Apa pun keadaan hidupmu saat ini —
perceraian, kehilangan, kegagalan, kehancuran —
bahkan bila dunia seolah runtuh di sekelilingmu,
ketahuilah: tak ada alasan untuk tenggelam dalam nestapa.
Engkau datang ke dunia ini tanpa membawa apa-apa.
Dan segalanya yang kini tampak hilang,
hanyalah sementara dalam perjalanan waktu.
Saat dirimu terseret keputusasaan,
bukan dunia yang menjatuhkanmu,
tapi dirimu sendiri yang mengizinkan luka menjadi tuan.
Ketika kau marah, frustasi, dan hancur —
cobalah hening sejenak:
timang waktu yang kaulalui dalam penderitaan,
dan sadarilah: tak seorang pun memaksamu merasa begitu.
Kamu yang menyalakan apinya.
Kamu pula yang bisa memadamkannya.
Jika perbedaan antara damai dan derita
hanya satu: dirimu sendiri,
maka inilah waktunya —
keluarlah dari jeruji buatanmu.
Hidup tak menunggumu untuk sadar,
tapi kesadaranlah yang akan menyelamatkan hidupmu.







