Kelahiran dan kematian adalah dua titik dalam garis keberadaan manusia yang tak terelakkan. Nascitura—kelahiran—menandai awal perjalanan, sebuah kemunculan dalam pusaran...
Read moreAda yang lebih tajam dari pedang, lebih kokoh dari batu, lebih perkasa dari tentara bersenjata—ia tak berbentuk, namun mencipta peradaban;...
Read moreDalam semesta yang bergerak dalam keteraturan chaos, hanya ada dua peristiwa yang diterima mutlak oleh alam: nascitura—kelahiran, dan mors inevitabilis—kematian....
Read moreHidup itu sangat sederhana. Kau lahir, lalu kau harus mati. Hanya dua hal itu yang diterima oleh alam. Selebihnya? Mudah....
Read moreDalam pergulatan hidup yang tak jarang penuh dengan absurditas, kita sering terjebak dalam ilusi bahwa kebenaran hanya bisa ditemukan setelah...
Read moreManusia, sebagai entitas multidimensional, adalah perpaduan antara nurani yang tersembunyi dan manifestasi lahiriahnya. Dalam perjalanannya, hati sering kali menjadi ruang...
Read moreDi lorong-lorong sunyi peradaban, wisdom tidak hadir sebagai hadiah bagi mereka yang diam dalam stagnansi. Ia adalah arus yang mengalir,...
Read moreSeringkali, dalam kehidupan kita, kita terjebak dalam lingkaran teori dan bayang-bayang konsep-konsep abstrak yang menggoda. Kita mendalami buku, mengikuti pelatihan,...
Read moreJagat semesta raya adalah codex infinitum, kitab tanpa akhir yang terus berbisik pada mereka yang terjaga. Ex nihilo, dari ketiadaan,...
Read moreSuatu hari, seorang ustadz menghampiriku. Matanya tajam, penuh prasangka. "Saya dengar Anda sudah murtad," cetusnya. Aku diam, hanya mengangkat alis,...
Read more© 2023 Munira