Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Opinion

Isu Politik Dinasti Jokowi: Konstitusi Tidak Dirancang untuk Keluarga

munira by munira
March 15, 2024
in Opinion, Politic
0
Share on FacebookShare on Twitter

Praktik politik dinasti ini dianggapnya sebagai tindakan yang berbahaya karena menunjukkan kecenderungan pemimpin untuk lebih condong kepada kehendak kekuasaan daripada mematuhi undang-undang.

Jakarta-Muniranews.–Wacana mengusung anak dan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 telah menjadi sorotan tajam. Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari, menyoroti bahwa hal ini tidak selaras dengan semangat konstitusi Republik Indonesia. Menurutnya, konstitusi tidak pernah didesain untuk memfasilitasi kepentingan politik kelompok atau keluarga tertentu agar terus berkuasa. “Satu hal yang jelas dari konstitusi kita adalah bahwa konstitusi kita tidak dirancang untuk keluarga,” tegas Feri Amsari dalam program Kompas Petang di Kompas TV.

Feri juga mempertanyakan kemampuan berpolitik dari anggota keluarga Jokowi, terutama jika partai politik pendukung pemerintahan menyatakan siap mendukung mereka di Pilkada 2024. Sebagai contoh, Feri menyoroti putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, yang baru-baru ini mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden nomor urut 2 mendampingi Capres Prabowo Subianto. “Saya pikir omong kosong kalau kita bicara prestasi Gibran. Bagaimana prestasinya bisa diukur? Keluarga Jokowi apa prestasinya? Bukankah Gibran baru dua tahun, belum ada nilainya itu untuk dianggap memiliki kapasitas,” paparnya.

Menurut Feri, Presiden Jokowi menggunakan momentum masa jabatannya untuk membangun dinasti politik bagi anggota keluarganya agar tetap berada di lingkaran kekuasaan. Namun, praktik politik dinasti ini dianggapnya sebagai tindakan yang berbahaya karena menunjukkan kecenderungan pemimpin untuk lebih condong kepada kehendak kekuasaan daripada mematuhi undang-undang.

Sementara itu, isu mengenai kemungkinan partisipasi menantu Presiden Jokowi, Erina Gudono, dan istri anak bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, dalam Pilkada Sleman dan Pilkada Jakarta 2024 juga menjadi perbincangan hangat. Sejumlah partai politik pendukung pemerintah bahkan menyatakan kesiapan mereka untuk memberikan dukungan politik kepada keduanya jika mereka memutuskan untuk maju dalam Pilkada. Namun, kehadiran mereka dalam dunia politik memicu pertanyaan serius tentang netralitas dan etika dalam demokrasi.

Dengan demikian, isu politik dinasti yang terus bergulir menunjukkan bahwa masih ada ketidakseimbangan antara prinsip demokrasi yang sehat dan ambisi politik kelompok tertentu. Untuk memperbaiki kondisi ini, diperlukan refleksi kritis dan tindakan yang tegas untuk memastikan bahwa semua pemimpin, termasuk anggota keluarga presiden, beroperasi di dalam batas-batas hukum dan etika yang jelas, demi kepentingan bersama dan kesejahteraan masyarakat.

 

Share this:

  • Facebook
  • X
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kate Telah Menjadi Wajah Monarki Modern Yang Dapat Diandalkan; Kini Ia Menjadi Magnit Media

Next Post

Di Laporkan; Gempa M5.8 melanda Fukushima – Tidak Ada Kerusakan

munira

munira

Related Posts

Jangan Segala Urusan Diserahkan kepada Allah

by munira
June 24, 2026
0

Muniranews - Ada satu kebiasaan yang diam-diam tumbuh dalam sebagian masyarakat kita: terlalu mudah menyerahkan segala urusan kepada Allah, bahkan...

SEJELEK-JELEK MUKA SAYA: KETIKA SEDANG MARAH

by munira
June 24, 2026
0

Ada satu wajah yang paling tidak saya sukai dalam hidup ini. Bukan wajah musuh. Bukan wajah orang yang pernah menyakiti...

Jika Tak Mampu Menjadi Cahaya, Jangan Menjadi Luka

by munira
June 15, 2026
0

Ketika tangan belum mampu memberi manfaat, setidaknya jangan menjadi tangan yang melukai. Ketika lisan belum mampu menyejukkan, jangan sampai berubah...

Keghaiban yang Diciptakannya Sendiri

by munira
June 14, 2026
0

Ada kalanya manusia tidak jatuh cinta pada kenyataan, melainkan pada ruang-ruang samar yang dibangunnya sendiri. Bukan pada apa yang benar-benar...

Next Post

Di Laporkan; Gempa M5.8 melanda Fukushima - Tidak Ada Kerusakan

Demografi Global dan Peluang Kerja Bagi Generasi Muda: Tantangan dan Harapan di Indonesia

Please login to join discussion

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Jangan Segala Urusan Diserahkan kepada Allah
  • SEJELEK-JELEK MUKA SAYA: KETIKA SEDANG MARAH
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira