Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Fiksi

Puncak Segala Puncak: Sebuah Pendakian Spirituil ala Mang Philip

munira by munira
June 23, 2025
in Fiksi, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Ada yang bilang bahwa hidup ini adalah pendakian. Tapi saya curiga, jangan-jangan hidup ini sebenarnya cuma semacam undangan reunian tahunan, isinya cuma itu-itu lagi: dosa lama, rencana taubat, niat baik yang batal, plus beberapa postingan Instagram dengan kutipan Sufi yang tak pernah dibaca sampai habis.

Nah, dalam pendakian hidup yang katanya menuju Tuhan, konon ada empat jalur utama: syariat, thoriqoh, hakikat, dan ma’rifat. Kedengarannya kayak nama-nama jalan di perumahan syariah, padahal isinya bukan rumah, tapi jebakan logika dan jebakan batin.

Mari kita mulai dari syariat. Kata orang, ini adalah pondasi iman. Tapi puncak dari syariat, kata seorang bijak (yang sepertinya habis ngopi terlalu kental), adalah takabur dan kesombongan. Wah, ini berita mengejutkan. Saya kira syariat itu bikin kita rendah hati. Tapi ternyata kalau sudah terlalu pintar soal syariat, malah bisa jadi seperti dukun: semua salah, kecuali dia. Ibarat anak kampung yang baru belajar cara pakai sendok garpu, langsung menganggap makan pakai tangan itu dosa. Padahal, dia lupa, Tuhan menciptakan tangan sebelum garpu.

Lalu naik ke tingkat selanjutnya: thoriqoh. Ini katanya jalan batin, bukan jalan tol. Dan puncaknya? Kegilaan. Nah, ini baru cocok dengan saya. Banyak yang masuk tarekat, tapi lupa pulang. Shalatnya lima kali, wiridnya lima ratus kali, tapi lupa bayar utang di warung. Lama-lama, mukanya jadi seperti perpaduan antara kertas Al-Qur’an yang kusut dan semangka puasa yang layu. Ada juga yang begitu mabuk dzikir sampai lupa anaknya belum disekolahin. Tapi ya, katanya, itu bagian dari cinta. Cinta yang tidak masuk akal, dan memang tidak usah dimasukkan ke akal. Sebab kalau sudah masuk ke akal, namanya bukan cinta, tapi strategi.

Berikutnya, kita singgah di hakikat. Ini level berat, bukan sembarang orang bisa naik ke sini. Ini kayak gunung Himalaya versi spiritual. Dan puncaknya? Kekosongan. Waduh. Jadi selama ini kita capek-capek belajar agama, amal-amal, sedekah sana sini, hanya untuk menemukan… kosong? Seperti kotak amal di mushola yang cuma diisi niat baik, tapi tidak pernah disentuh uang. Tapi begitulah katanya, hakikat itu bukan tentang apa yang ada, tapi apa yang tak ada. Bingung? Bagus. Memang harus bingung. Kalau tidak bingung, berarti belum sampai ke hakikat.

Dan akhirnya, ma’rifat. Ini bukan toko parfum Arab, ini jalan kenal Tuhan. Puncaknya? Ketiadaan. Hilang. Tiada. Nihil. Kosong melompong. Jadi kalau sudah sampai sini, ya kita tak bisa bicara apa-apa lagi. Mulut terbungkam, akal menggigil, dan dompet tetap kosong. Ma’rifat itu bukan soal mengenal Tuhan secara detil seperti KTP, tapi menyadari bahwa bahkan mengenal pun adalah ilusi. Dan kalau sudah sampai ketiadaan, maka yang tersisa hanya: “Ah sudahlah, semuanya fana, kecuali utang saya di koperasi.”

Jadi begini, kawan-kawan sekalian, dari syariat sampai ma’rifat, dari wudhu sampai fana, intinya cuma satu: jangan terlalu serius. Karena kadang, yang paling dekat ke Tuhan bukan yang paling banyak hafalan kitabnya, tapi yang bisa tertawa dengan ikhlas, bahkan ketika dunia sedang membakar dirinya perlahan-lahan.

Dan siapa tahu, kelak di akhirat, Tuhan pun menyambut kita sambil tertawa kecil, “Lha, kamu kok bisa sampai sini juga?”

Tamat.
Yang nulis Kang Ali-bukan wali, apalagi malaikat. Hanya manusia biasa, yang masih suka lupa niat puasa.

 

Share this:

  • Facebook
  • X
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tidak Ada yang Merugi

Next Post

Tell 1000 Words

munira

munira

Related Posts

Langit yang Retak: Ketika Manusia Mengambil Alih Surga

by munira
March 16, 2026
0

I. Ketika Manusia Pertama Kali Mendongak Pada mulanya, langit adalah kitab pertama yang dibaca manusia. Bayangkan diri Anda ribuan tahun...

Bila Ujung dari Sebuah Perkawinan Itu Bercerai, Maka Itu Bukan Nasib — Sejak Awal dan Akhir adalah Pilihan atas Takdir Tersebut

My Love Said: I Am Late to Love Her — But the Answer Is: Better Late Than Never

by munira
March 13, 2026
0

Cinta kadang datang seperti hujan yang terlambat di musim kemarau. Tanah mungkin telah lama retak menunggu air, daun-daun mungkin telah...

Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

by munira
March 12, 2026
0

Oleh: Novita Sari Yahya Pertemuan Sederhana yang Membuka Renungan Pagi itu Jakarta berjalan seperti biasa. Kendaraan memenuhi jalan-jalan utama, orang-orang...

Mata Uang Bernama Integritas

by munira
March 3, 2026
0

Oleh : Novita sari yahya Sinar matahari pagi menyusup melalui tirai tipis di ruang kerja Elvira. Ia membuka jendela kecil...

Next Post

Tell 1000 Words

Shalat: Sebentuk Dzikir (Ingatan), Bukan Hanya Kognisi

Shalat: Sebentuk Dzikir (Ingatan), Bukan Hanya Kognisi

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Perenungan Menjadi Tua dan Kebahagiaan Melihat Penerus-Penerusnya
  • Langit yang Retak: Ketika Manusia Mengambil Alih Surga
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira