Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Fiksi

Jangan Mengklaim Agamamu Paling Benar

munira by munira
June 30, 2025
in Fiksi, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Orang kita ini kadang lucu. Sudah hidup di dunia yang fana, masih juga sibuk merasa dirinya paling benar. Soal makan pakai tangan kanan, soal menyilang kaki waktu duduk, bahkan soal celana di atas mata kaki bisa jadi perkara besar—bisa jadi tiket masuk surga atau masuk neraka, tergantung siapa yang bicara. Tapi mari kita bertanya: benarkah agama itu sesempit penafsiran kita sendiri?

Cobalah tengok sejarah Islam. Di sana ada Imam Hanafi yang bilang ini, Imam Malik bilang itu, Imam Syafi’i angkat tangan, dan Imam Hambali mengerutkan dahi. Empat mazhab—semuanya alim, semuanya warak, semuanya tulus mengabdi kepada Ilahi, tapi kok bisa beda-beda? Lalu kita, yang baru khatam satu dua kitab kuning, berani bilang: “Inilah satu-satunya jalan yang lurus, lainnya sesat!”

Kalau begitu caranya, agama bukan lagi menjadi jalan cahaya, tapi berubah jadi tongkat pemukul. Padahal jelas-jelas Tuhan berkata dalam firman-Nya yang mulia: “Wa ja’alnākum syu‘ūban wa qabā’ila lita‘ārafū…”—Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Bukan saling menyalahkan. Bukan saling menuding. Apalagi saling meledakkan.

Lalu ada pula NU dan Muhammadiyah, dua organisasi besar di negeri ini. Yang satu suka tahlilan, yang satu bilang itu bid’ah. Yang satu gemar membaca manaqib, yang satu lebih suka pengajian pakai LCD proyektor. Tapi coba tengok, ketika ada bencana alam, keduanya turun ke lapangan. Ketika umat ditindas, keduanya pasang badan. Maka jangan remehkan beda, karena bisa jadi dari beda itu lahir cinta.

Dan jangan pula lupakan Syi’ah dan Sunni. Dua arus besar dalam samudera Islam. Kadang arusnya bersilang, kadang berlawanan. Tapi keduanya berenang menuju Tuhan yang sama. Lalu kenapa kita harus menciptakan tembok yang lebih tinggi dari langit-langit masjid?

Tuhan tidak menciptakan manusia dalam salinan satu wajah, satu jenis kelamin, atau satu logat. Ada yang dari Madura, ada dari Padang. Ada yang pakai sorban, ada yang pakai peci. Ada yang duduk tahiyat seperti duduk di kursi goyang, ada yang tegap seperti prajurit. Tapi semuanya menghadap kiblat yang sama.

Mengklaim bahwa agama kita adalah satu-satunya yang benar, tanpa ruang bagi tafsir dan perbedaan, ibarat mengaku memiliki matahari hanya karena cahaya pagi menyinari beranda rumah kita lebih dulu. Padahal, matahari itu milik semua umat manusia—ia bersinar tanpa pilih kasih.

Maka berhentilah menganggap berbeda itu sesat. Karena bisa jadi yang berbeda itulah yang menyelamatkanmu dari kesombongan iman. Dan percayalah, surga tidak dibangun dari kebencian. Surga dibangun dari cinta, dari saling pengertian, dari “lita’ārafū” itu tadi.

Jadi, sebelum engkau sibuk menunjuk bid’ah pada orang lain, coba periksa dulu hatimu: jangan-jangan justru engkau sedang mem-bid’ah-kan kasih sayang. Dan Tuhan, sesungguhnya lebih mencintai orang yang rendah hati daripada yang merasa paling suci.


 

Share this:

  • Facebook
  • X
ADVERTISEMENT
Previous Post

Antara Hafalan dan Pemahaman: Menimbang Hakikat Kedekatan dengan Al-Qur’an

Next Post

Qur’an : Bahasa Wahyu dan Suara Artefak

munira

munira

Related Posts

Langit yang Retak: Ketika Manusia Mengambil Alih Surga

by munira
March 16, 2026
0

I. Ketika Manusia Pertama Kali Mendongak Pada mulanya, langit adalah kitab pertama yang dibaca manusia. Bayangkan diri Anda ribuan tahun...

Bila Ujung dari Sebuah Perkawinan Itu Bercerai, Maka Itu Bukan Nasib — Sejak Awal dan Akhir adalah Pilihan atas Takdir Tersebut

My Love Said: I Am Late to Love Her — But the Answer Is: Better Late Than Never

by munira
March 13, 2026
0

Cinta kadang datang seperti hujan yang terlambat di musim kemarau. Tanah mungkin telah lama retak menunggu air, daun-daun mungkin telah...

Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

by munira
March 12, 2026
0

Oleh: Novita Sari Yahya Pertemuan Sederhana yang Membuka Renungan Pagi itu Jakarta berjalan seperti biasa. Kendaraan memenuhi jalan-jalan utama, orang-orang...

Mata Uang Bernama Integritas

by munira
March 3, 2026
0

Oleh : Novita sari yahya Sinar matahari pagi menyusup melalui tirai tipis di ruang kerja Elvira. Ia membuka jendela kecil...

Next Post
Qur’an : Bahasa Wahyu dan Suara Artefak

Qur'an : Bahasa Wahyu dan Suara Artefak

Mengagung-agungkan Qur’an: Tanda Tak Percaya Diri (Mungkin Juga Kurang Piknik)

Mengagung-agungkan Qur’an: Tanda Tak Percaya Diri (Mungkin Juga Kurang Piknik)

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Langit yang Retak: Ketika Manusia Mengambil Alih Surga
  • My Love Said: I Am Late to Love Her — But the Answer Is: Better Late Than Never
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira