Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Education

Mengagung-agungkan Qur’an: Tanda Tak Percaya Diri (Mungkin Juga Kurang Piknik)

munira by munira
July 3, 2025
in Education, Fiksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu fenomena yang makin hari makin mengkhawatirkan—bukan, ini bukan tentang naiknya harga beras atau menipisnya saldo rekening selepas lebaran, tapi tentang mengagung-agungkan Qur’an secara berlebihan. Ya, Qur’an-nya diagungkan, disanjung, diarak, dipakaikan kain sutra, bahkan kadang dipeluk erat-erat saat demo politik, seolah-olah itu tameng anti gas air mata.

Tentu saja kita cinta Qur’an. Siapa yang tidak? Tapi ada beda tipis antara cinta dan overacting. Beda tipis antara menempatkan Qur’an di hati, dengan menaruhnya di dashboard mobil supaya tidak kena tilang.

Saya pernah lihat orang menyuruh anak-anak bersuara lirih saat lewat depan rak Qur’an, tapi di ruang sebelah dia sedang maki-maki sopir online yang datang telat lima menit. Aneh, Qur’an tak boleh diganggu, tapi manusia boleh dimaki. Ini Qur’an atau jimat?

Jangan salah, mengagungkan Qur’an itu mulia, tapi kalau itu hanya sebatas lip service, itu bukan iman, itu marketing. Qur’an bukan untuk dipoles, diframe, atau dijadikan backsound tadarusan tiap Ramadhan sambil jualan sirup. Qur’an itu buat dibaca, direnungkan, dan—nah ini yang repot—diamalkan.

Tapi kenapa orang malah sibuk mengagung-agungkan secara simbolik? Mungkin karena mereka tak percaya diri. Ya, saudara-saudara, ini seperti orang yang minder lalu beli parfum mahal supaya orang nggak sadar dia belum mandi. Qur’an dijunjung tinggi, tapi waktu ditanya makna “inna akramakum ‘indallahi atqakum”, dia jawab, “Itu kayaknya tentang sembako.”

Ada pula yang kalau debat agama langsung bilang, “Kata Qur’an begitu!” tapi pas ditanya ayat berapa, jawabnya, “Waduh, pokoknya ada deh, cari aja sendiri.” Qur’an dijadikan peluru argumen, tapi tak pernah dibuka tafsirnya. Ini bukan cinta Qur’an, ini cinta menang debat.

Saya bukan ustaz. Saya ini cuma penulis kere yang pernah disangka intel karena suka nulis pakai pseudonim. Tapi saya tahu satu hal: Qur’an bukan hiasan dinding. Ia adalah buku panduan hidup—bukan sekadar alat dekorasi spiritual.

Kalau kita sungguh percaya pada kekuatan Qur’an, ya hayuk, kita pahami, kita telaah, kita pakai dalam kehidupan. Jangan cuma pakai untuk sumpah jabatan atau ngusir setan di pojokan rumah.

Mengagung-agungkan Qur’an, kalau tanpa memahami dan mempraktikkan, itu seperti jatuh cinta sama foto profil doang tapi nggak pernah ngajak kenalan. Kayak naksir artis Korea, tapi pas diajak ngobrol beneran malah pingsan.

Maka, mari kita akui: barangkali kita terlalu sering menjadikan Qur’an sebagai simbol pelengkap penderitaan. Sementara yang kita perlukan sebenarnya bukan sekadar rasa hormat, tapi rasa ingin tahu—dan mau—untuk menghidupkannya dalam laku.

Dan terakhir: bagi yang suka meletakkan Qur’an di atas lemari paling tinggi biar nggak dijangkau anak-anak, ingatlah, kadang Tuhan lebih mudah dijumpai oleh yang kecil, yang polos, daripada yang kebanyakan gaya.

ADVERTISEMENT
Previous Post

Qur’an : Bahasa Wahyu dan Suara Artefak

Next Post

Life is a beautiful journey, and each day is a fresh bloom of hope, joy, and endless possibilities

munira

munira

Related Posts

Langit yang Retak: Ketika Manusia Mengambil Alih Surga

by munira
March 16, 2026
0

I. Ketika Manusia Pertama Kali Mendongak Pada mulanya, langit adalah kitab pertama yang dibaca manusia. Bayangkan diri Anda ribuan tahun...

Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

by munira
March 12, 2026
0

Oleh: Novita Sari Yahya Pertemuan Sederhana yang Membuka Renungan Pagi itu Jakarta berjalan seperti biasa. Kendaraan memenuhi jalan-jalan utama, orang-orang...

Agama: Invisible Business, Gagal Tapi Konsumen yang Disalahkan

by munira
March 3, 2026
0

Agama adalah satu dari sedikit “produk” yang tidak kasatmata, tetapi memiliki pasar paling loyal sepanjang sejarah manusia. Ia tidak dijual...

Perempuan Melawan Lupa

by munira
March 2, 2026
0

Oleh: Novita Sari Yahya Tema Hari Perempuan Internasional tahun 2025 datang seperti pengingat Hak, kesetaraan, dan pemberdayaan terasa dekat, tetapi...

Next Post

Life is a beautiful journey, and each day is a fresh bloom of hope, joy, and endless possibilities

Mereka yang Hidup dalam Doa, dan Mereka yang Hanya Jadi Bangkai

Mereka yang Hidup dalam Doa, dan Mereka yang Hanya Jadi Bangkai

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Langit yang Retak: Ketika Manusia Mengambil Alih Surga
  • My Love Said: I Am Late to Love Her — But the Answer Is: Better Late Than Never
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira