Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Fiksi

Kitab yang Tak Ditulis, Tapi Hidup

munira by munira
April 24, 2025
in Fiksi, Spritual
0
Share on FacebookShare on Twitter

(Lampu redup. Asap tipis kemenyan mengepul dari sudut panggung. Aktor berdiri tenang, tangan memegang setangkai bunga. Suara lembut, penuh perenungan.)

Tahukah kau…
ada kitab suci yang tak pernah ditulis,
tak dibukukan, tak dijilid, tak dibacakan dari mimbar.
Namun ia hidup…
bernapas di antara asap dupa,
menari bersama desir angin,
berbisik dalam sunyi yang hanya bisa didengar oleh jiwa yang diam.

Itulah sajen.
Bukan jimat, bukan sihir, bukan sisa dari masa lalu yang usang.
Tapi sabda semesta yang dibisikkan lewat bunga,
lewat nasi, garam, minyak, dan sejumput doa yang tak bersuara.

Leluhur menyebutnya sastra jenda
—kitab suci yang hidup.
Yang tak perlu huruf, tak butuh aksara.
Karena ia tak dibaca oleh mata,
tapi oleh rasa.

(Aktor melangkah perlahan, seolah menata sesuatu di lantai.)

Di sini…
sebatang dupa tak sekadar wewangian.
Ia adalah tiang komunikasi ke langit.
Butiran beras adalah harapan,
garam adalah pelindung,
bunga tujuh rupa—
adalah pelangi yang tumbuh dari kesadaran:
bahwa hidup tak pernah tunggal.

Sajen adalah pelajaran tentang harmoni.
Ia berkata:
jangan tamak.
jangan sombong.
jangan lupakan bahwa kau hanya bagian,
seperti daun yang jatuh,
seperti angin yang lewat—
sejenak, lalu hilang.

(Nada suara mulai dalam, intens.)

Di zaman ini,
kita sibuk membaca kitab yang dicetak,
menghafal dogma,
mewajibkan aturan—
tapi lupa,
bahwa semesta juga punya kitabnya sendiri.
Dan kitab itu tak pernah dibuka dengan jari,
melainkan dengan hati.

Sajen adalah pengingat.
Bahwa semesta ini hidup.
Dan kita ini—hanyalah tamu.

Maka,
berikan sajenmu.
Letakkan dengan tenang.
Bukan karena takut pada roh,
bukan karena percaya pada klenik—
tetapi karena tahu:
hidup ini adalah persembahan.
Dan kita,
adalah bagian dari puisi panjang yang ditulis oleh semesta,
dengan bahasa yang tak pernah bisa diterjemahkan…
kecuali oleh keikhlasan.

(Hening. Cahaya meredup. Asap dupa terakhir mengepul ke udara. Lampu padam.)

 

Share this:

  • Facebook
  • X
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kala Semesta Bersyair Lewat Sajen

Next Post

“Ittaqullah” dan “Ittaqū Rabbakum”: Pengakuan Al-Qur’an atas Eksistensi Ragam Keyakinan Manusia

munira

munira

Related Posts

Langit yang Retak: Ketika Manusia Mengambil Alih Surga

by munira
March 16, 2026
0

I. Ketika Manusia Pertama Kali Mendongak Pada mulanya, langit adalah kitab pertama yang dibaca manusia. Bayangkan diri Anda ribuan tahun...

Bila Ujung dari Sebuah Perkawinan Itu Bercerai, Maka Itu Bukan Nasib — Sejak Awal dan Akhir adalah Pilihan atas Takdir Tersebut

My Love Said: I Am Late to Love Her — But the Answer Is: Better Late Than Never

by munira
March 13, 2026
0

Cinta kadang datang seperti hujan yang terlambat di musim kemarau. Tanah mungkin telah lama retak menunggu air, daun-daun mungkin telah...

Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

by munira
March 12, 2026
0

Oleh: Novita Sari Yahya Pertemuan Sederhana yang Membuka Renungan Pagi itu Jakarta berjalan seperti biasa. Kendaraan memenuhi jalan-jalan utama, orang-orang...

Agama: Invisible Business, Gagal Tapi Konsumen yang Disalahkan

by munira
March 3, 2026
0

Agama adalah satu dari sedikit “produk” yang tidak kasatmata, tetapi memiliki pasar paling loyal sepanjang sejarah manusia. Ia tidak dijual...

Next Post
“Ittaqullah” dan “Ittaqū Rabbakum”: Pengakuan Al-Qur’an atas Eksistensi Ragam Keyakinan Manusia

"Ittaqullah" dan "Ittaqū Rabbakum": Pengakuan Al-Qur'an atas Eksistensi Ragam Keyakinan Manusia

Berdoa untuk Orang Non-Muslim yang Meninggal dalam Perspektif Syariat Islam

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Langit yang Retak: Ketika Manusia Mengambil Alih Surga
  • My Love Said: I Am Late to Love Her — But the Answer Is: Better Late Than Never
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira