Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Justice

PEMILU PERSETUJUAN PENCUNDANG

munira by munira
February 16, 2024
in Justice, Opinion, Politic
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh M Yamin Nasution – Pemerhati Hukum

Pemilu putaran pertama usai di gelar, namun pesta besar ini meninggalkan bau busuk yang lahir dari kotoran-kotoran binantang, bahkan pesta ini lebih buruk dari lapak pelacuran yang hanya membuang najis dan tinja pada wanita-wanita yang semestinya dihormati.

Pepatah Barat mengatakan: “…Politik adalah seni tentang sesuatu kemungkinan, apa yang bisa dicapai untuk kedepan yang lebih baik, demokrasi, hukum, pemerintahan, kekuasaan, ekonomi, pendidikan yang lebih baik.

Kemungkinan-kemungkinan terburuk harus di antisipasi sejak dini, demokrasi pada dasarnya tidak mencari pemimpin yang terbaik, namun harus mencegah yang terburuk untuk berkuasa.

Tidak ada yang lebih penting dalam kehidupan bernegara bagi yang telah memiliki hak pilih untuk diberikan hak pilihnya, untuk memilih pemimpin yang terbaik, yang menurut mereka dapat memenuhi harapan harapan terbaik dimasa depan.

Hak pilih ini harus di hormati dan dijaga oleh penguasa tertinggi dengan benar melalui cabang -cabang kekuasaan dengan  bertanggung jawab tertinggi.

Pemilu putaran pertama usai di gelar, namun pesta besar ini meninggalkan bau busuk yang lahir dari kotoran-kotoran binantang, bahkan pesta ini lebih buruk dari lapak pelacuran yang hanya membuang najis dan tinja pada wanita-wanita yang semestinya dihormati.

Sejak abad ke 20 telah banyak negara yang goyah dan hancur akibat Pemilu yang hanya dilakukan berdasarkan kesepakatan dan persetujuan pecundang.

Pemilu 2014 dan Pemilu 2019  telah terjadi manipulasi, , secara jelas manipulasi 2014 ini disebutkan oleh Prabowo dalam kampanyenya, bahwa dirinya menang namun dicurangi.

Dampak dari persetujuan pecundang 2014 dan 2019 tersebut telah membawa sengsara berkepanjangan, ekonomi buruk, rakyat bertambah miskin, korupsi besar besaran merajalela, pelanggaran hukum, ketidakadilan dan ketidakpastian hukum dimana-mana.

Sikap masyarakat menentukan terhadap berfungsinya pemerintahan dari persetujuan pecundang Pemilu, yang akan membawa mereka pada suatu legitimasi politik, legitimasi demokrasi, dan legimasi hukum yang buruk.

Dinamika politik ada ditangan yang dirugikan, bukan yang kalah. Merekalah yang harus memutuskan harus bagaimana, kapan, dan apakah harus bergerak untuk menghancurkan persetujuan pecundang.

Pemilu 2024 lalu, telah di klaim dimenangkan oleh salah satu calon melalui hitung cepat, diikuti dengan selebrasi besar sengaja dilakukan, dan ini adalah bagian dari strategy persetujuan pecundang untuk mengumpulkan dan mengkritalisasikan opini publik, sehingga suara survey yang terus menerus digaungkan menjadi suatu kebenaran. Secara ilmiah dalam ilmu Intelijen disebut sebagai crystalized public opinion, di akhiri suatu sikap legitimasi KPU yang sejak awal bermasalah.

Tanggung jawab utama ada di tangan rakyat, perbaikan ada di tangan rakyat, apakah rakyat akan membiarkan negara ini menuju kehancuran dan bubar, seperti analisa Prabowo dalam bukunya, atau rakyat mengambil sikap tegas dan sedikit berkorban demi masa depan bernegara yang lebih baik.

Presiden pertama AS George Washington, telah mengatakan bahwa; Negara ibarat tubuh, bila seseorang melakukan korupsi maka korupsi adalah kanker, kanker tersebut akan terus menjalar dan merusak sistem organ tubuh, tubuh tersebut akan terus menerus melakukan pelanggaran dan perusakan hingga menuju kematian.

Indonesia telah terkena kanker berat dan semakin berat, hal ini secara nyata terlihat pada Pemilu 2024, pelanggaran demi pelanggaran telah terjadi dan manipulasi pemilu besar-besaran dengan nyata dan terbuka di pertontonkan, dengan sedikit dukungan dari sebagian orang-orang bodoh.

Politik memiliki tujuan kekuasaan, kekuasaan yang bersifat mulia, di proses dengan cara-cara yang mulia pula, tak kalah mulianya setelah kekuasaan didapat, tujuannya yaitu menyebarkan kebaikan yang luas, sinonim kebaikan adalah Keadilan sosial bagi setiap rakyat.

Manipulasi suara rakyat adalah suatu kejahatan, ketidakjujuran pada rakyat adalah penghinaan dan penghianatan pada rakyat, adalah sumber besar kerusakan dalam bernegara dan rakyat lah yang akan mendapatkan kerugian terbesar.

Rakyat tidak dibenarkan untuk menyerahkan kedaulatannya pada organisasi Partai yang menjadi bagian dari persetujuan pecundang, partai yang di isi oleh kader-kader rendahan, budak budak ketua partai.

Persetujuan pecundang harus dibatalkan dan di hancurkan demi keberlangsungan masa depan hidup rakyat dalam bernegara, demi kehidupan generasi bangsa dan sikap rakyat di nantikan.

 

Share this:

  • Facebook
  • X
ADVERTISEMENT
Previous Post

Demokrasi Simply Mbelgedhes

Next Post

Prabowo, Dilaporkan ke Bawaslu RI Oleh TPUA dan AAB

munira

munira

Related Posts

Jangan Petik Bunga Itu: Ia Adalah Kelamin

Iman Tanpa Akal: Jalan Pintas Menuju Kesesatan Riwayat

by munira
January 12, 2026
0

Ada satu kebiasaan berbahaya yang kian tumbuh di ruang-ruang dakwah modern: menerima setiap riwayat atas nama “katanya Nabi” tanpa bertanya,...

Iman, Otoritas, dan Kebenaran

by munira
January 4, 2026
0

Beragama pada hakikatnya menuntut believe—iman. Tetapi apa sebenarnya iman itu? Dalam pengertian paling mendasar, iman adalah tindakan meyakini sesuatu yang...

Bunga di Tembok Tua: Sebuah Renungan tentang Kehidupan

Bisikan untuk Empat Jiwa yang Kuat

by munira
December 17, 2025
0

Ada masa ketika kata-kata kehilangan suaranya. Ia tak lagi ingin didengar manusia, hanya ingin diperdengarkan kepada Tuhan Yang Maha Esa....

Peta Kebahagiaan: Dari Timur ke Barat, Dari Jiwa ke Jiwa

by munira
December 11, 2025
0

Setiap manusia di manapun ia dilahirkan, dari bangsa mana pun ia berasal, selalu membawa satu kerinduan yang sama: kerinduan untuk...

Next Post
Perilaku Jokowi Mirip Kepala Desa Bagi-bagi Beras ke Penduduk Desa Miskin

Prabowo, Dilaporkan ke Bawaslu RI Oleh TPUA dan AAB

PILPRES JELAS PELANGGARAN KONSTITUSI

PILPRES JELAS PELANGGARAN KONSTITUSI

Please login to join discussion

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Iman Tanpa Akal: Jalan Pintas Menuju Kesesatan Riwayat
  • Bila Ujung dari Sebuah Perkawinan Itu Bercerai, Maka Itu Bukan Nasib — Sejak Awal dan Akhir adalah Pilihan atas Takdir Tersebut
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira