Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Fiksi

Tuhan sebagai Proyeksi Kebutuhan Manusia – “ilusi psikologis”

munira by munira
September 7, 2025
in Fiksi, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sejarah panjang peradaban manusia menunjukkan bahwa kepercayaan kepada Tuhan hadir seiring keterbatasan manusia dalam memahami alam semesta. Petir, badai, gempa, atau kematian yang misterius selalu menimbulkan rasa takut sekaligus rasa ingin tahu. Dari ruang kosong pemahaman inilah, manusia menciptakan gambaran tentang “kekuatan yang lebih besar.”

Filsuf Ludwig Feuerbach pernah berargumen bahwa Tuhan tidak lain adalah proyeksi sifat-sifat ideal manusia: kebijaksanaan, kekuatan, keadilan, dan cinta kasih—ditinggikan ke langit dan dijadikan sosok yang transenden. Dalam pandangan ini, ketika manusia berdoa kepada Tuhan, sejatinya ia sedang berbicara dengan bayangan dirinya sendiri, versi sempurna yang ia rindukan.

Sigmund Freud melangkah lebih jauh dengan menyebut agama sebagai “ilusi psikologis.” Menurutnya, Tuhan adalah figur ayah universal, yang dibentuk oleh kebutuhan anak-anak manusia akan perlindungan dan penghiburan. Saat dewasa, manusia tetap membawa trauma dan kerinduan itu, lalu memproyeksikannya menjadi sosok adikodrati yang bisa menenteramkan.

Sementara Karl Marx melihat agama—dan konsep Tuhan di dalamnya—sebagai “candu masyarakat.” Bukan sekadar soal psikologi, melainkan instrumen sosial untuk meredakan penderitaan, sekaligus menjaga keteraturan dalam struktur kuasa. Dalam kerangka ini, kebutuhan akan Tuhan bukan sekadar spiritual, tapi juga sosial-ekonomi.

Jika mengikuti benang merah pemikiran itu, Tuhan lahir bukan dari realitas transenden, melainkan dari kekosongan, rasa takut, dan kerinduan manusia. Ia adalah jawaban imajiner terhadap pertanyaan yang belum mampu dijawab secara rasional.

Namun, yang menarik adalah: meski Tuhan mungkin hanyalah proyeksi, kekuatan simbolis-Nya nyata. Ia menggerakkan peradaban, membangun moralitas, mengikat komunitas, bahkan memicu perang. Dengan kata lain, walau “dicipta” oleh manusia, konsepsi tentang Tuhan justru kembali membentuk manusia.

ADVERTISEMENT
Previous Post

Tuhan, Misteri, dan Pertarungan Sesama Manusia

Next Post

Alam Bali Sudah Kotor: Bisikan Tiga Iman

munira

munira

Related Posts

Siapa Orang yang Kita Hindari dalam Kehidupan Ini?

Siapa Orang yang Kita Hindari dalam Kehidupan Ini?

by munira
September 20, 2026
0

Ada orang-orang yang kita hindari bukan karena kita membenci mereka, melainkan karena kehadiran mereka membuat kita kehilangan ketenangan. Kita tidak...

Menjadi Lajang: Menemukan Kebebasan di Tengah Kesunyian

Menjadi Lajang: Menemukan Kebebasan di Tengah Kesunyian

by munira
September 18, 2026
0

Oleh: Ali Syarief Ada masa ketika seseorang merasa harus berpasangan agar hidupnya dianggap lengkap. Seolah-olah kebahagiaan baru sah ketika ada...

KETIKA KEMASAN LEBIH PENTING DARIPADA ISI

KETIKA KEMASAN LEBIH PENTING DARIPADA ISI

by munira
September 18, 2026
0

“Kita hidup di dunia di mana pemakaman lebih penting daripada kematian, pernikahan lebih penting daripada cinta, dan penampilan fisik lebih...

Belajar Berdamai dengan Diri Sendiri

Belajar Berdamai dengan Diri Sendiri

by munira
September 15, 2026
0

*Kita berperang sengit di dalam diri, lalu apa gunanya perang dengan orang lain?* — Jalaluddin Rumi Ada perang yang tidak...

Next Post
Alam Bali Sudah Kotor: Bisikan Tiga Iman

Alam Bali Sudah Kotor: Bisikan Tiga Iman

Berpikir Adalah Napas dari Iman

Berpikir Adalah Napas dari Iman

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Siapa Orang yang Kita Hindari dalam Kehidupan Ini?
  • Menjadi Lajang: Menemukan Kebebasan di Tengah Kesunyian
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira