Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Education

Hidup Mencontoh Binatang, Tanpa Kehilangan Kemanusiaan

munira by munira
December 9, 2025
in Education, Fiksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

Apa sesungguhnya yang salah ketika manusia mencontoh binatang?
Mereka makan ketika lapar, berhenti ketika cukup.
Mereka tidur ketika tubuh mengantuk, bangun ketika matahari memanggil.
Mereka berjemur setiap hari, seolah tahu bahwa cahaya adalah nutrisi yang tak tertulis.
Mereka hidup dalam ritme yang alam semesta tugaskan sejak awal penciptaan—sunatullah.

Sedangkan manusia?
Kita hidup dengan aturan yang kita buat sendiri, seringkali bertentangan dengan aturan tubuh yang diberikan Tuhan.
Kita lupa makan dengan sadar, lupa tidur dengan teratur, lupa bernafas perlahan.
Kita berlari mengejar sesuatu yang bahkan tak jelas bentuknya, lalu menyebutnya “kemajuan”.

Maka, apa salahnya meniru binatang?

Tidak ada yang salah—selama yang dicontoh adalah kebijaksanaan tubuh mereka.
Binatang tidak pernah memaksakan diri.
Tidak ada yang pura-pura kuat, pura-pura cukup, atau pura-pura bahagia.
Mereka hidup selaras dengan batas dan kebutuhan dirinya.

Namun manusia bukan hanya tubuh.
Ada akal yang mengatur arah, ada hati yang menimbang benar dan salah,
ada ruh yang bertanya “untuk apa aku hidup?”

Jika manusia hidup hanya seperti binatang—makan, tidur, bergerak—tanpa tujuan moral, tanpa tanggung jawab, tanpa makna,
maka hilanglah yang membuat kita manusia.

Sebab derajat manusia bukan pada kemampuannya melawan alam,
tetapi pada kemampuannya menyelaraskan diri dengan alam tanpa kehilangan kemuliaannya.

Maka mencontoh binatang adalah kearifan,
bukan kehinaan.
Asal kita meniru tubuhnya, bukan meniru batasnya.
Kita kembali ke fitrah, tanpa kembali menjadi sekadar makhluk yang berjalan di atas bumi tanpa arah.

Manusia perlu makan seperti burung,
perlu tidur seperti kucing,
perlu berjemur seperti reptil,
perlu bergerak seperti kijang.

Tetapi manusia juga perlu jujur,
perlu adil,
perlu merawat sesama,
perlu menata hidup dengan kesadaran.

Karena binatang menjalani hidup sebagaimana ia diciptakan,
sementara manusia menjalani hidup sebagai amanah.

Dan di antara keduanya,
di situlah letak kemuliaan kita—
menjadi makhluk yang paling tunduk pada tubuhnya,
namun paling bertanggung jawab pada hidupnya.

ADVERTISEMENT
Previous Post

Anda Adalah Medan Perang yang Terakhir

Next Post

Bahagia: Jejak Sunyi yang Mengantar Kita Pulang

munira

munira

Related Posts

Jahiliah: Ketika Kebenaran Masih Diselimuti Kabut

Jahiliah: Ketika Kebenaran Masih Diselimuti Kabut

by munira
August 26, 2026
0

Apa itu jahiliah? Jahiliah bukan semata-mata keadaan ketika manusia tidak mengenal Tuhan. Jahiliah juga bukan sekadar masyarakat yang miskin ilmu....

Apakah Saya Takut Tuhan?

Apakah Saya Takut Tuhan?

by munira
August 26, 2026
0

Apakah saya takut Tuhan? Tidak. Saya hanya takut kepada mereka yang mengaku takut kepada Tuhan. Sebab, orang yang benar-benar takut...

Stay There: Jangan Melangkah Melewati Kenyamanan

Ketika Saya Mati

by munira
August 25, 2026
0

Ketika saya mati, tidak perlu mengirim bunga. Bunga-bunga itu indah, tetapi ia hanya akan menjadi harum sesaat di atas tubuh...

Di Bawah Naungan Senja: Usia 70–80 Tahun  – Wasiat Langit untuk Jiwa yang Hampir Pulang

Di Bawah Naungan Senja: Usia 70–80 Tahun – Wasiat Langit untuk Jiwa yang Hampir Pulang

by munira
August 25, 2026
0

Oleh: Willy Fujiwara Bismillah. Ada sebuah masa dalam kehidupan ketika manusia tidak lagi sibuk menghitung berapa tahun yang telah dilaluinya,...

Next Post
Bahagia: Jejak Sunyi yang Mengantar Kita Pulang

Bahagia: Jejak Sunyi yang Mengantar Kita Pulang

Peta Kebahagiaan: Dari Timur ke Barat, Dari Jiwa ke Jiwa

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Jahiliah: Ketika Kebenaran Masih Diselimuti Kabut
  • Apakah Saya Takut Tuhan?
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira