Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Opinion

Post-Truth, Pascakebenaran itu Kebohongan yang Difabrikasi

munira by munira
September 23, 2023
in Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter
Oleh: Andre Vincent Wenas
MENTERI mencekik wakil menteri saat rapat kabinet. Infonya A1 katanya. Ini isu yang hot, maka segera sebarkan ya! Begitu pesannya.

In retrospect, garis bawahi kata “katanya”. Kata siapa? Ya kata yang memberi info. Tapi ini info A1 lho, katanya. Kata siapa? Ya kata yang memberi info A1 ini. Begitu terus. Dalam sirkuit informasi, fenomena seperti ini terus berputar dalam kecepatan tinggi.

Dalam balapan informasi plus tambahan label “info A1” sebagai bumbu kredibilitasnya maka “kebenaran” tercipta dengan sendirinya. Apakah itu faktual? Ah itu soal belakang, yang penting info ini “kita anggap berbobot A1”.

Dan… “karena berbobot A1” dan pelakunya adalah “seorang menteri” yang dianggap “musuh politik” dari kubu kita sendiri maka isu itu “kita anggap benar” saja. Dan “kita suka” dengan isu seperti ini. Maka…segera sebarkan, secepatnya.

Begitulah sirkuit informasi di era post-truth saat ini. Kita melabelnya sebagai penyebaran kabar bohong. Tapi menurut si penyebar berita, bahwa berita itu betul-betul benar, benar menurut si penyebar berita (kabar bohong) itu.

Repot memang. Sampai-sampai seorang Presiden Joko Widodo urun rembuk mengklarifikasi.

Saat kunjungan ke PT Pindad di Bandung, Selasa 19 September 2023 bersama si “korban hoax” Prabowo Subianto, ada wartawan menanyakan “kebenaran faktual” tentang peristiwa “mencekik seorang wakil menteri” di sidang kabinet itu.

Menurut Prabowo, lah bertemu saja belum pernah dengan wakil menteri tersebut. Tambah lagi menurut Presiden Joko Widodo “Pak Prabowo sekarang sabar kok…” Lalu disambut derai tawa mereka semua.

Nampak keduanya (Jokowi dan Prabowo) tak menganggap isu ini sebagai hal yang serius untuk ditanggapi.

Tapi di berbagai grup WhatsApp (WA), para buzzer penganut faham post-truth tampak masih enggan menerima kebenaran yang faktual. Mereka tetap teguh berpegang pada kebenaran fiksional yang mereka sukai. Paling tidak untuk sementara ini.

Karena mereka suka maka mereka percaya. Percaya pada apa yang mereka sukai. Fakta yang “diciptakan” sesuai “selera” mereka. Sayangnya selera mereka kerap kali selera yang rendahan.

Begitulah kehidupan di era post-truth. Pascakebenaran itu menjadi kebohongan yang difabrikasi.

Tinggallah kita yang mengalami konsientisasi mau bersabar hati “membantu” mereka yang masih memuja kebenaran fiksional untuk mau hijrah. Memang perlu waktu.

Andre Vincent Wenas Direktur Eksekutif, Lembaga Kajian Strategis Perspektif (LKSP), Jakarta

Share this:

  • Facebook
  • X
ADVERTISEMENT
Previous Post

Alasan Mengawin-Sirikan “Prabowo~ Ganjar”

Next Post

Ali Syarief Questions Government’s 7.6 Trillion Subsidy Amidst Cooking Oil Scarcity

munira

munira

Related Posts

Belief Accepts. Understanding Explains. Kepercayaan Menerima; Pengertian Menjelaskan

by munira
July 5, 2026
0

Peradaban manusia dibangun di atas dua fondasi yang kerap disamakan, padahal berbeda: kepercayaan dan pengertian. Yang satu membuat manusia menerima,...

Jangan Segala Urusan Diserahkan kepada Allah

by munira
June 24, 2026
0

Muniranews - Ada satu kebiasaan yang diam-diam tumbuh dalam sebagian masyarakat kita: terlalu mudah menyerahkan segala urusan kepada Allah, bahkan...

SEJELEK-JELEK MUKA SAYA: KETIKA SEDANG MARAH

by munira
June 24, 2026
0

Ada satu wajah yang paling tidak saya sukai dalam hidup ini. Bukan wajah musuh. Bukan wajah orang yang pernah menyakiti...

Jika Tak Mampu Menjadi Cahaya, Jangan Menjadi Luka

by munira
June 15, 2026
0

Ketika tangan belum mampu memberi manfaat, setidaknya jangan menjadi tangan yang melukai. Ketika lisan belum mampu menyejukkan, jangan sampai berubah...

Next Post
Ali Syarief Questions Government’s 7.6 Trillion Subsidy Amidst Cooking Oil Scarcity

Ali Syarief Questions Government’s 7.6 Trillion Subsidy Amidst Cooking Oil Scarcity

Nyamuk, yang Sudah Lama Menjadi Musuh, Kini Dibiakkan Untuk Membantu Mencegah Penyebaran Demam Berdarah

Nyamuk, yang Sudah Lama Menjadi Musuh, Kini Dibiakkan Untuk Membantu Mencegah Penyebaran Demam Berdarah

Please login to join discussion

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Belief Accepts. Understanding Explains. Kepercayaan Menerima; Pengertian Menjelaskan
  • Jangan Segala Urusan Diserahkan kepada Allah
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira