Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Education

Jokowi: Membandingkan Polusi IKN dengan Singapura “Gagal Dalam Menyusun Argumen Yang Logis dan Masuk Akal”

Malu Banget Punya Otak Seperti Itu!!!

munira by munira
August 13, 2024
in Education, News, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Entah apa yang terlintas di benak Presiden Jokowi ketika dengan percaya diri membandingkan tingkat polusi udara di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dengan Singapura. Seperti ingin menunjukkan bahwa IKN memiliki udara yang lebih bersih daripada Singapura, Jokowi seolah lupa bahwa kenyataan di lapangan berbeda jauh. Di IKN, kendaraan belum banyak berseliweran, hanya ada bulldozer, truk-truk pengangkut bahan bangunan, dan alat berat lainnya. Bahkan, pesawat terbang pun belum bisa mendarat di sana. Polusi apa yang bisa diukur dari sebuah tempat yang belum sepenuhnya hidup?

Membandingkan polusi di IKN dengan Singapura sama absurdnya dengan membandingkan intelektualitas dirinya yang dungu dengan Rocky Gerung yang dikenal karena akal sehatnya. IKN belum berkembang menjadi kota yang sesungguhnya, bahkan masih dalam tahap awal pembangunan. Kendaraan pribadi, lalu lintas padat, dan industri belum ada di sana. Bandara pun masih berupa rencana di atas kertas. Jadi, dari mana datangnya polusi yang bisa dibandingkan?

Singapura, di sisi lain, adalah kota modern yang penuh dengan aktivitas manusia dan kendaraan. Udara di sana memang mungkin tidak sebersih udara pegunungan, tapi itu karena Singapura adalah pusat kegiatan ekonomi, teknologi, dan industri. Membandingkan polusi di Singapura dengan IKN hanyalah upaya Jokowi untuk menciptakan narasi yang tidak masuk akal, seperti halnya ketika dia mencoba menyamakan dirinya dengan para pemikir besar.

Sama seperti membandingkan intelektualitas Rocky Gerung yang penuh dengan pemikiran kritis dan tajam dengan Jokowi yang sering kali mengeluarkan pernyataan absurd, membandingkan polusi IKN dengan Singapura hanyalah sebuah kebodohan. Itu menunjukkan betapa jauhnya Jokowi dari pemahaman realitas, dan betapa ia gagal dalam menyusun argumen yang logis dan masuk akal.

Mungkin Jokowi bisa lebih baik jika dia berhenti mencoba membandingkan hal-hal yang jelas-jelas tidak bisa dibandingkan. Sebagaimana dia tidak bisa menandingi Rocky Gerung dalam debat intelektual, dia juga tidak bisa membandingkan IKN yang masih belum jadi dengan kota besar seperti Singapura. Membuat pernyataan semacam itu hanya mempertegas betapa jauhnya Jokowi dari kenyataan dan betapa sulitnya dia memahami hal-hal yang jelas di depan mata.

Share this:

  • Facebook
  • X
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tawa sebagai Penawar Luka: Sebuah Keajaiban yang Menyembuhkan

Next Post

Falsafah Memimpin Bak Seorang Petani: Merawat Pertumbuhan Assetnya

munira

munira

Related Posts

Cinta Tanpa Penilaian

by munira
April 28, 2026
0

Cinta, dalam bentuknya yang paling murni dan paling jujur, sering kali menuntut sesuatu yang terasa berlawanan dengan naluri kita: keberanian...

Perenungan Menjadi Tua dan Kebahagiaan Melihat Penerus-Penerusnya

by munira
April 19, 2026
0

Oleh: Ali Syarief Ada satu fase dalam hidup yang sering kita hindari untuk dibicarakan, tetapi diam-diam selalu kita dekati: menjadi...

Langit yang Retak: Ketika Manusia Mengambil Alih Surga

by munira
March 16, 2026
0

I. Ketika Manusia Pertama Kali Mendongak Pada mulanya, langit adalah kitab pertama yang dibaca manusia. Bayangkan diri Anda ribuan tahun...

Bila Ujung dari Sebuah Perkawinan Itu Bercerai, Maka Itu Bukan Nasib — Sejak Awal dan Akhir adalah Pilihan atas Takdir Tersebut

My Love Said: I Am Late to Love Her — But the Answer Is: Better Late Than Never

by munira
March 13, 2026
0

Cinta kadang datang seperti hujan yang terlambat di musim kemarau. Tanah mungkin telah lama retak menunggu air, daun-daun mungkin telah...

Next Post
Falsafah Memimpin Bak Seorang Petani: Merawat Pertumbuhan Assetnya

Falsafah Memimpin Bak Seorang Petani: Merawat Pertumbuhan Assetnya

A Sketch of the Past: Refleksi dalam Kenangan dan Waktu

A Sketch of the Past: Refleksi dalam Kenangan dan Waktu

Please login to join discussion

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Cinta Tanpa Penilaian
  • Perenungan Menjadi Tua dan Kebahagiaan Melihat Penerus-Penerusnya
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira