Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Fiksi

Menjadi Pohon: Sebuah Perjalanan Menembus Diri

munira by munira
May 2, 2025
in Fiksi, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Apa itu hidup, jika bukan perjalanan memahami diri sendiri? Setiap langkah, setiap detik, bukan tentang dunia di luar sana—tetapi tentang dunia yang bersemayam di dalam. Hidup bukan tentang menggenggam, bukan tentang menata masa depan yang tak pernah bisa kita miliki. Ia tentang kini. Ya, detik ini. Nafas ini. Satu-satunya kepastian.

Kita sering menyangka bahwa anak panah kehidupan adalah keberhasilan, pencapaian, cinta yang abadi. Tapi sesungguhnya, anak panah itu bernama penderitaan. Ia melesat dari busur harapan. Kita mencintai dan melekat. Kita mengira, semakin erat kita menggenggam, semakin utuh kebahagiaan kita. Tapi justru dalam genggaman itulah, luka tumbuh.

Keterikatan adalah ladang bagi harapan. Dan harapan, betapa indah dan juga kejam ia bekerja. Kita berharap kekasih kita membalas dengan cinta yang sama, berharap anak kita tumbuh seperti yang kita inginkan, berharap dunia memperlakukan kita adil. Tapi dunia tidak tunduk pada harapan. Ketika kenyataan tak selaras, kita kecewa. Dan dari kecewa, lahir derita. Harapan mencuri kebahagiaan. Ia mencuri saat ini, dan menggantinya dengan angan-angan.

Padahal, tak ada yang abadi. Segala yang terlahir, akan berubah. Meja di ruang tamu akan lapuk. Foto di dinding akan pudar. Wajah yang kita cintai hari ini, akan menua. Satu-satunya yang abadi hanyalah perubahan itu sendiri. Dan dalam kesadaran akan kefanaan inilah, kita menemukan kedamaian yang aneh, yang sunyi, namun dalam.

Cinta dan keterikatan adalah dua hal yang sering disangka satu. Tapi mereka berbeda. Cinta adalah memberi tanpa menuntut kembali. Ia seperti matahari yang bersinar tanpa memilih kepada siapa sinarnya jatuh. Tapi keterikatan? Ia ingin memiliki. Ia ingin dikembalikan. Ia ingin dikontrol. Saat kita mencintai tanpa terikat, kita merayakan kebebasan orang lain untuk tumbuh. Tapi saat kita mencintai dengan terikat, kita mengukur cinta dengan apa yang kita terima, bukan dengan apa yang kita beri.

Aku mencintai orang tuaku, tapi aku berlatih untuk tidak melekat pada mereka. Aku belajar bahwa mereka bukan milikku. Mereka bukan pemberi kebahagiaanku. Aku adalah pemberi kasih untuk mereka, bukan peminta balasan. Sama halnya dengan setiap orang yang kutemui di jalan hidup ini. Mereka datang. Mereka berbagi. Lalu pergi. Dan aku belajar merelakan, bukan melupakan.

Hidup ini, seperti pohon. Ia tumbuh tanpa tergesa. Ia meneduhkan siapa saja tanpa pamrih. Daunnya gugur tanpa tangis. Dan buahnya, bukan untuk dirinya, tetapi untuk yang datang dan pergi. Maka jadilah pohon. Diam dalam keteguhan. Memberi dalam keheningan. Mengakar ke dalam bumi, dan menggapai langit dengan kesadaran bahwa tidak ada yang perlu digenggam, karena semua adalah pinjaman waktu.

Dan kini, waktuku menjelang. Menantang hari esok tanpa membawa beban kemarin. Aku siap menjadi pohon bagi musim berikutnya. Siap untuk belajar, memberi, dan melepas. Lagi dan lagi.

Apakah kamu juga siap untuk menjadi pohon dalam hidupmu?

Share this:

  • Facebook
  • X
ADVERTISEMENT
Previous Post

Nikmat Apalagi yang Kuingkari

Next Post

Jeruji yang Kita Bangun Sendiri

munira

munira

Related Posts

Langit yang Retak: Ketika Manusia Mengambil Alih Surga

by munira
March 16, 2026
0

I. Ketika Manusia Pertama Kali Mendongak Pada mulanya, langit adalah kitab pertama yang dibaca manusia. Bayangkan diri Anda ribuan tahun...

Bila Ujung dari Sebuah Perkawinan Itu Bercerai, Maka Itu Bukan Nasib — Sejak Awal dan Akhir adalah Pilihan atas Takdir Tersebut

My Love Said: I Am Late to Love Her — But the Answer Is: Better Late Than Never

by munira
March 13, 2026
0

Cinta kadang datang seperti hujan yang terlambat di musim kemarau. Tanah mungkin telah lama retak menunggu air, daun-daun mungkin telah...

Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

by munira
March 12, 2026
0

Oleh: Novita Sari Yahya Pertemuan Sederhana yang Membuka Renungan Pagi itu Jakarta berjalan seperti biasa. Kendaraan memenuhi jalan-jalan utama, orang-orang...

Mata Uang Bernama Integritas

by munira
March 3, 2026
0

Oleh : Novita sari yahya Sinar matahari pagi menyusup melalui tirai tipis di ruang kerja Elvira. Ia membuka jendela kecil...

Next Post
Jeruji yang Kita Bangun Sendiri

Jeruji yang Kita Bangun Sendiri

Melayang Seperti Elang: Falsafah Kepemimpinan dari Langit Tinggi

Melayang Seperti Elang: Falsafah Kepemimpinan dari Langit Tinggi

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Perenungan Menjadi Tua dan Kebahagiaan Melihat Penerus-Penerusnya
  • Langit yang Retak: Ketika Manusia Mengambil Alih Surga
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira