Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Fiksi

Jangan Segala Urusan Diserahkan kepada Allah

munira by munira
June 24, 2026
in Fiksi, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Muniranews – Ada satu kebiasaan yang diam-diam tumbuh dalam sebagian masyarakat kita: terlalu mudah menyerahkan segala urusan kepada Allah, bahkan untuk perkara-perkara yang sebenarnya menjadi tanggung jawab manusia sendiri.

Ketika ekonomi memburuk, kita berkata, “Semoga Allah memperbaikinya.”

Ketika pendidikan tertinggal, kita berdoa, “Mudah-mudahan Allah memberi jalan.”

Ketika negeri dipenuhi korupsi, kita menengadah ke langit sambil berkata, “Allah pasti menolong bangsa ini.”

Doa memang mulia. Tawakal adalah bagian dari iman. Tetapi ada batas tipis antara tawakal dan kemalasan yang dibungkus kesalehan.

Allah sendiri telah memberikan peringatan yang sangat jelas dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra’d: 11)

Ayat ini bukan sekadar nasihat spiritual. Ia adalah hukum sosial yang berlaku sepanjang zaman.

Allah tidak menjanjikan perubahan tanpa usaha.

Allah tidak menjanjikan kemenangan tanpa perjuangan.

Allah tidak menjanjikan kemajuan tanpa kerja keras.

Jika sebuah bangsa ingin makmur, bangsa itu harus bekerja.

Jika sebuah masyarakat ingin adil, masyarakat itu harus melawan ketidakadilan.

Jika seseorang ingin hidupnya lebih baik, ia harus berani mengubah dirinya terlebih dahulu.

Sering kali kita berdoa meminta panen yang melimpah, tetapi lupa menanam benih.

Kita meminta kesehatan, tetapi terus merusak tubuh sendiri.

Kita memohon rezeki, tetapi enggan belajar dan bekerja lebih keras.

Lalu ketika hasilnya tidak sesuai harapan, kita bertanya: mengapa Allah belum mengabulkan?

Padahal masalahnya bukan pada langit.

Masalahnya ada di bumi.

Masalahnya ada pada diri kita sendiri.

Rasulullah SAW pernah mengingatkan seorang Arab Badui yang meninggalkan untanya begitu saja sambil berkata bahwa ia bertawakal kepada Allah.

Nabi bersabda:

“Ikatlah untamu terlebih dahulu, kemudian bertawakallah.”
(HR. Tirmidzi)

Hadis singkat ini menyimpan filosofi kehidupan yang sangat dalam.

Allah tidak menyuruh manusia memilih antara usaha dan tawakal.

Allah memerintahkan keduanya sekaligus.

Bekerja sekeras mungkin adalah ibadah.

Berjuang sekuat tenaga adalah ibadah.

Menggunakan akal yang telah dianugerahkan Allah juga merupakan bentuk syukur.

Tawakal bukanlah alasan untuk berpangku tangan.

Tawakal adalah menyerahkan hasil setelah seluruh ikhtiar dilakukan.

Sayangnya, dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang membalik urutannya. Mereka bertawakal lebih dulu, sementara ikhtiarnya belakangan, bahkan kadang tidak pernah dilakukan.

Akibatnya, lahirlah generasi yang gemar berharap tetapi malas berbuat.

Gemar berdoa tetapi enggan bergerak.

Pandai menyalahkan takdir tetapi takut mengevaluasi diri.

Padahal sejarah Islam dipenuhi contoh manusia-manusia yang bekerja tanpa mengenal lelah.

Nabi Muhammad SAW berdakwah selama puluhan tahun.

Para sahabat berjalan ribuan kilometer menyebarkan ilmu.

Para ilmuwan Muslim menghabiskan hidup mereka untuk meneliti, menulis, dan menemukan berbagai pengetahuan.

Mereka tidak hanya berdoa agar dunia berubah.

Mereka turun tangan mengubahnya.

Allah telah memberikan kepada manusia akal, tenaga, kesempatan, dan kebebasan memilih.

Semua itu bukan untuk disimpan.

Semua itu adalah amanah yang harus digunakan.

Maka berhentilah menjadikan nama Allah sebagai alasan untuk menutupi kemalasan.

Berhentilah menyalahgunakan konsep tawakal untuk membenarkan ketidakmauan berjuang.

Berdoalah.

Tentu saja berdoalah.

Tetapi setelah itu bergeraklah.

Sebab Allah tidak menciptakan manusia untuk menjadi penonton kehidupan.

Allah menciptakan manusia sebagai pelaku sejarah.

Dan sejarah selalu ditulis oleh mereka yang berani mengubah diri mereka sendiri sebelum meminta Allah mengubah nasib mereka.

Share this:

  • Facebook
  • X
ADVERTISEMENT
Previous Post

SEJELEK-JELEK MUKA SAYA: KETIKA SEDANG MARAH

munira

munira

Related Posts

SEJELEK-JELEK MUKA SAYA: KETIKA SEDANG MARAH

by munira
June 24, 2026
0

Ada satu wajah yang paling tidak saya sukai dalam hidup ini. Bukan wajah musuh. Bukan wajah orang yang pernah menyakiti...

Jika Tak Mampu Menjadi Cahaya, Jangan Menjadi Luka

by munira
June 15, 2026
0

Ketika tangan belum mampu memberi manfaat, setidaknya jangan menjadi tangan yang melukai. Ketika lisan belum mampu menyejukkan, jangan sampai berubah...

Keghaiban yang Diciptakannya Sendiri

by munira
June 14, 2026
0

Ada kalanya manusia tidak jatuh cinta pada kenyataan, melainkan pada ruang-ruang samar yang dibangunnya sendiri. Bukan pada apa yang benar-benar...

Islam: Kisah Ashabul Kahfi – Cahaya Keimanan dalam Gelapnya Zaman

by munira
June 14, 2026
0

Di sebuah negeri yang digelapkan oleh kezaliman, di mana keimanan dipenjara dan kebebasan beribadah dicabut dari sanubari rakyatnya, terdapat sekelompok...

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Jangan Segala Urusan Diserahkan kepada Allah
  • SEJELEK-JELEK MUKA SAYA: KETIKA SEDANG MARAH
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira