Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Fiksi

Qadarullah: Kita Menentukan Ujungnya—Lalu Memilih Jalannya

munira by munira
October 3, 2026
in Fiksi, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

**Qadarullah** sering dipahami sebagai alasan untuk menerima apa yang terjadi. “Sudah takdir,” begitu kita berkata.

Tetapi apakah takdir berarti kita tidak mempunyai pilihan?

Saya justru melihatnya dari sisi yang berbeda. **Dalam kehidupan tersedia begitu banyak kemungkinan jalan—jutaan, kalau boleh menjadi metafora. Dan manusia diberi kebebasan untuk memilih jalan mana yang akan ditempuh.**

Kita tidak tahu seluruh jalan itu. Kita juga tidak tahu ke mana masing-masing jalan akan membawa kita.

Tetapi kita bisa memilih.

Mau bekerja atau bermalas-malasan.
Mau belajar atau berhenti belajar.
Mau mencoba atau menyerah.
Mau membuat satu video atau membuat seratus video.

Contoh sederhana: monetisasi YouTube.

Semakin banyak kita membuat dan mengunggah video, semakin banyak peluang video itu ditonton. Semakin banyak yang menonton, semakin terbuka peluang mendapatkan pendapatan dari iklan.

Apakah setiap video pasti menghasilkan?

Tidak.

Tetapi **tidak membuat video sama sekali hampir pasti tidak menghasilkan apa-apa dari video tersebut.**

Di situlah ikhtiar bertemu dengan qadarullah.

Al-Qur’an mengatakan:

> **“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”**
> *(QS. Ar-Ra’d: 11)*

Ayat ini mengingatkan bahwa perubahan tidak datang hanya dengan menunggu.

Kita bergerak. Kita memilih. Kita berusaha. Kita membuka jalan.

Namun, setelah itu, hasil akhirnya bukan lagi sepenuhnya berada di tangan kita.

Karena itu saya membayangkan kehidupan seperti sebuah perjalanan.

**Kita memilih jalannya. Allah mengetahui ujungnya.**

Boleh jadi kita memilih jalan yang menurut kita paling baik, tetapi ternyata jalan itu membawa kita kepada pengalaman yang berbeda dari yang kita bayangkan.

Boleh jadi kita gagal.

Boleh jadi kita berbelok.

Boleh jadi jalan yang kita kira salah justru membawa kita kepada sesuatu yang selama ini kita cari.

Maka jangan menggunakan qadarullah untuk membenarkan sikap pasif.

**Ikhtiar bukan melawan takdir. Ikhtiar adalah bagian dari perjalanan takdir itu sendiri.**

Kita tidak mengetahui seluruh qadarullah.

Kita hanya diberi kesempatan untuk memilih langkah berikutnya.

Maka pilihlah.

Berjalanlah.

Bekerjalah.

Dan setelah itu, serahkan apa yang berada di luar kendali kita kepada Allah.

**Qadarullah bukan sekadar tentang menerima apa yang terjadi.
Qadarullah juga tentang memilih jalan yang kita tempuh menuju apa yang kemudian terjadi.**

ADVERTISEMENT
Previous Post

SAINS, AL-QUR’AN, DAN PERTANYAAN TENTANG PENCIPTAAN MANUSIA

Next Post

Shalat Berjamaah: Bukan Sekadar Soal Pahala, tetapi Merawat Silaturahmi

munira

munira

Related Posts

Kalau Sudah Nyaman, Saya Tak Mau Lebih

Kalau Sudah Nyaman, Saya Tak Mau Lebih

by munira
October 18, 2026
0

Ada kalanya saya berpikir, seandainya saja surga yang saya rasakan hari ini sudah hadir 35 tahun yang lalu. Betapa banyak...

REZEKI ITU MODAL, BUKAN SEKADAR HASIL

by munira
October 15, 2026
0

Tentang Tuhan, Perjuangan, dan Cara Manusia Memaknai Keadilan Ada sebuah pertanyaan yang kerap muncul dalam perjalanan hidup manusia: jika rezeki...

Mempertahankan Rumah Tangga: Belajar dari Fungsi Setiap Buah Catur

by munira
October 14, 2026
0

Oleh: Ali Syarief Ada satu analogi yang menarik: mempertahankan rumah tangga itu seperti memainkan permainan catur. Bukan karena perkawinan merupakan...

Shalat Berjamaah: Bukan Sekadar Soal Pahala, tetapi Merawat Silaturahmi

by munira
October 4, 2026
0

**Oleh: Ali Syarief** Dalam kehidupan beragama, kita sering kali melihat ibadah dari sisi pahala: berapa besar ganjarannya, berapa kali lipat...

Next Post

Shalat Berjamaah: Bukan Sekadar Soal Pahala, tetapi Merawat Silaturahmi

Mempertahankan Rumah Tangga: Belajar dari Fungsi Setiap Buah Catur

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Kalau Sudah Nyaman, Saya Tak Mau Lebih
  • REZEKI ITU MODAL, BUKAN SEKADAR HASIL
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira