Ada cermin di mata sahabat lama,
Yang memantulkan diri tanpa dusta,
Di sana kutemukan raut yang nyata,
Tertawa, menangis, tanpa perlu kata.
Di wajahnya tersimpan kisah bersama,
Goresan waktu yang kita rajut tanpa jeda,
Setiap retak, setiap tawa terluka,
Semua terpahat di cermin yang setia.
Saat dunia meredup dan memudar,
Ia hadir, mengingatkan siapa kita sebenarnya,
Tanpa topeng, tanpa rahasia tersamar,
Hanya kebenaran yang bicara apa adanya.
Sahabat lama, cerminan jiwa yang berani,
Menunjukkan bayang yang tak selalu manis,
Ia tahu luka yang ingin kita lari,
Dan mengajarkan agar hati tak terkikis.
Betapa berharga cermin yang satu ini,
Takkan pudar meski waktu terus berlari,
Sahabat lama, pantulan sejati,
Dalam dirinya, aku selalu kembali.









