Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Education

Kepercayaan Diri Itu Sunyi, Keraguan Itu Bising

Air Beriak Tanda Tak Dalam

munira by munira
August 19, 2024
in Education, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam kehidupan ini, ada satu hal yang sering luput dari perhatian kita: keheningan yang menyelubungi kepercayaan diri. Bagaikan sungai yang mengalir tenang, kepercayaan diri tidak membutuhkan riak untuk membuktikan kekuatannya. Ia mengalir dengan lembut, tanpa banyak suara, namun mampu menembus karang dan menyuburkan tanah yang dilewatinya.

Kepercayaan diri tidak berteriak, tidak pula bersuara lantang untuk mencari pengakuan. Ia ada dalam tindakan, dalam langkah-langkah yang mantap dan pasti. Ketika seseorang memiliki keyakinan yang kokoh, ia tidak merasa perlu untuk membuktikan apa-apa kepada dunia. Tidak ada kata-kata yang meluap, tidak ada klaim yang memekakkan telinga. Kepercayaan diri adalah bisikan lembut dalam hati, sebuah keyakinan yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang benar-benar mendengarnya.

Namun, di sisi lain, keraguan berbicara dengan suara yang lantang. Seperti badai yang tak terduga, keraguan datang dengan gemuruh, mencari-cari perhatian dan validasi. Ia merayap masuk ke dalam pikiran, mengguncang dan mengusik, memaksa untuk diakui keberadaannya. Keraguan sering kali tak bisa menahan diri untuk tidak berbicara, tak tahan untuk tidak menunjukkan betapa rapuhnya ia.

Keraguan adalah gemuruh di tengah malam yang mengganggu ketenangan tidur. Ia terus-menerus berusaha meyakinkan diri bahwa keberadaannya adalah sesuatu yang nyata, namun justru dalam usaha itulah ia menunjukkan kelemahannya. Keraguan berteriak, berusaha menutupi ketakutan dan ketidakpastian yang mendalam. Ia ingin didengar, ingin diperhatikan, seolah-olah dengan begitu ia bisa mengatasi rasa takutnya sendiri.

Keheningan kepercayaan diri adalah kekuatan yang tidak terlihat, namun terasa dalam setiap tindakan. Ia tidak terguncang oleh keraguan, tidak terombang-ambing oleh pujian maupun celaan. Dalam diamnya, kepercayaan diri menyampaikan pesan yang jelas: bahwa ia tidak membutuhkan pengakuan dari luar, karena ia sudah menemukan kekuatannya dari dalam.

Sebaliknya, keraguan membutuhkan kebisingan untuk meredam kekosongan yang ada di dalam dirinya. Ia mengandalkan suara keras, agar dunia mendengar dan memberinya perhatian yang ia rasa perlu. Namun, justru dalam kebisingan itulah terungkap kelemahannya, terungkap betapa rapuh dan rentannya ia.

Pada akhirnya, kepercayaan diri dan keraguan adalah dua sisi dari keberadaan manusia. Keduanya selalu hadir, berdampingan, dalam setiap langkah yang kita ambil. Namun, seperti matahari yang perlahan muncul di ufuk timur, kepercayaan diri akan selalu mengusir bayang-bayang keraguan, mengisinya dengan cahaya yang tenang dan pasti. Karena pada akhirnya, kekuatan sejati tidak perlu berbicara lantang. Ia hanya perlu ada, hadir, dan memberi arah dengan diamnya yang penuh makna.

Share this:

  • Facebook
  • X
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mantra : Belum Usai Hingga Usai – It’s not over until It’s Over

Next Post

Ambisi yang Terkapar

munira

munira

Related Posts

Jangan Petik Bunga Itu: Ia Adalah Kelamin

Iman Tanpa Akal: Jalan Pintas Menuju Kesesatan Riwayat

by munira
January 12, 2026
0

Ada satu kebiasaan berbahaya yang kian tumbuh di ruang-ruang dakwah modern: menerima setiap riwayat atas nama “katanya Nabi” tanpa bertanya,...

Iman, Otoritas, dan Kebenaran

by munira
January 4, 2026
0

Beragama pada hakikatnya menuntut believe—iman. Tetapi apa sebenarnya iman itu? Dalam pengertian paling mendasar, iman adalah tindakan meyakini sesuatu yang...

Bunga di Tembok Tua: Sebuah Renungan tentang Kehidupan

Bisikan untuk Empat Jiwa yang Kuat

by munira
December 17, 2025
0

Ada masa ketika kata-kata kehilangan suaranya. Ia tak lagi ingin didengar manusia, hanya ingin diperdengarkan kepada Tuhan Yang Maha Esa....

Peta Kebahagiaan: Dari Timur ke Barat, Dari Jiwa ke Jiwa

by munira
December 11, 2025
0

Setiap manusia di manapun ia dilahirkan, dari bangsa mana pun ia berasal, selalu membawa satu kerinduan yang sama: kerinduan untuk...

Next Post
Ambisi yang Terkapar

Ambisi yang Terkapar

Dialog Imaginatif dengan Jokowi

Dialog Imaginatif dengan Jokowi

Please login to join discussion

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Iman Tanpa Akal: Jalan Pintas Menuju Kesesatan Riwayat
  • Bila Ujung dari Sebuah Perkawinan Itu Bercerai, Maka Itu Bukan Nasib — Sejak Awal dan Akhir adalah Pilihan atas Takdir Tersebut
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira