Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Fiksi

Memaknai: Nascitura—Kelahiran, dan Mors Inevitabilis-Kematian

munira by munira
February 16, 2025
in Fiksi, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Kelahiran dan kematian adalah dua titik dalam garis keberadaan manusia yang tak terelakkan. Nascitura—kelahiran—menandai awal perjalanan, sebuah kemunculan dalam pusaran waktu dan ruang yang sebelumnya tak mengenalnya. Sementara itu, mors inevitabilis—kematian yang tak terhindarkan—menjadi penutup perjalanan yang memastikan bahwa setiap kehidupan akan menemukan akhirnya. Antara dua ujung ini, manusia menempuh eksistensinya, mencari makna di antara keabadian yang tak dapat dimiliki dan kefanaan yang pasti.

Dalam filsafat, logos adalah prinsip rasional yang mengatur alam semesta, sesuatu yang menghubungkan awal dan akhir dalam harmoni yang lebih besar. Jika kelahiran adalah gerbang menuju dunia fenomenal, maka kematian adalah pintu keluar dari pengalaman jasmani. Dalam perspektif Herakleitos, perubahan adalah satu-satunya kepastian. Maka, kelahiran bukanlah awal absolut, melainkan metamorfosis dari non-eksistensi menuju eksistensi, sementara kematian adalah pergeseran kembali ke keadaan non-manifestasi.

Manusia sering merayakan kelahiran sebagai awal dari kemungkinan, tetapi takut pada kematian sebagai akhir yang tidak bisa dihindari. Namun, jika logos adalah keseimbangan yang tertanam dalam keberadaan, maka apakah kelahiran dan kematian benar-benar bertolak belakang? Ataukah keduanya hanya dua wajah dari keberadaan yang sama? Seperti matahari yang terbit dan terbenam—bukan benar-benar muncul atau menghilang, tetapi hanya berpindah dalam keteraturan kosmik—begitu pula dengan kehidupan yang terus bergerak dalam siklusnya.

Kita sering bertanya, apa makna kelahiran jika akhirnya adalah kehampaan? Tetapi pertanyaan yang lebih mendasar adalah, apakah kehidupan benar-benar tentang menuju akhir, atau tentang mengisi ruang di antara dua ketetapan itu? Jika manusia memahami kelahiran sebagai pemberian, maka kematian adalah pengembalian. Dalam logos, tidak ada sesuatu yang benar-benar hilang—hanya berpindah bentuk dalam tatanan semesta.

Maka, kebijaksanaan tertinggi bukanlah sekadar menerima kehidupan dengan kegembiraan dan kematian dengan ketakutan, tetapi memahami bahwa keduanya adalah bagian dari aliran yang lebih besar. Nascitura memberi kita kesempatan untuk mengada, mors inevitabilis memastikan bahwa kita tidak selamanya menggenggamnya. Keduanya membentuk satu kesatuan yang tak terpisahkan, dan dalam pemahaman itu, mungkin manusia bisa menemukan ketenangan.

Share this:

  • Facebook
  • X
ADVERTISEMENT
Previous Post

The Power of Thought: Clavis Omnium Magnorum

Next Post

Misteri Perjalanan Hidup – “Fortuna Incognita”

munira

munira

Related Posts

Belajar Memahami Tuhan dari Cara Orang Lain Berdoa

Belajar Memahami Tuhan dari Cara Orang Lain Berdoa

by munira
January 25, 2026
0

Pada suatu waktu, saya ditugaskan menjadi penerjemah. Tugas itu sederhana di atas kertas: memindahkan kata dari satu bahasa ke bahasa...

Hari Ini Adalah Hidup Itu Sendiri

Hukum Sebab Akibat dalam Perkawinan: Ketika Cinta, Dosa, dan Luka Bertemu

by munira
January 18, 2026
0

Seorang sahabat bertanya kepada saya dengan mata yang lelah dan suara yang nyaris runtuh: “Apakah saya berdosa karena mencintai lelaki...

Jangan Petik Bunga Itu: Ia Adalah Kelamin

Iman Tanpa Akal: Jalan Pintas Menuju Kesesatan Riwayat

by munira
January 12, 2026
0

Ada satu kebiasaan berbahaya yang kian tumbuh di ruang-ruang dakwah modern: menerima setiap riwayat atas nama “katanya Nabi” tanpa bertanya,...

Bila Ujung dari Sebuah Perkawinan Itu Bercerai, Maka Itu Bukan Nasib — Sejak Awal dan Akhir adalah Pilihan atas Takdir Tersebut

Bila Ujung dari Sebuah Perkawinan Itu Bercerai, Maka Itu Bukan Nasib — Sejak Awal dan Akhir adalah Pilihan atas Takdir Tersebut

by munira
January 11, 2026
0

Banyak orang menyebut perceraian sebagai nasib. Seolah ia adalah badai yang datang tanpa diundang, merobohkan rumah tangga yang awalnya tampak...

Next Post
Misteri Perjalanan Hidup – “Fortuna Incognita”

Misteri Perjalanan Hidup - "Fortuna Incognita"

Mengubah Mindset Pendidikan: Dari Barat Ke Kearifan Lokal “Case Suku Baduy”

Mengubah Mindset Pendidikan: Dari Barat Ke Kearifan Lokal "Case Suku Baduy"

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Belajar Memahami Tuhan dari Cara Orang Lain Berdoa
  • Hukum Sebab Akibat dalam Perkawinan: Ketika Cinta, Dosa, dan Luka Bertemu
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira