Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

Terlalu Banyak Tuhan

munira by munira
August 15, 2026
in Cross Cultural, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Akhirnya aku harus memilih.

Bukan karena Tuhan tidak ada, melainkan karena di dunia ini ternyata Tuhan bisa hadir dalam begitu banyak wajah—dan sering kali setiap orang merasa memiliki Tuhan yang paling benar, paling suci, paling sempurna.

Ada Tuhan yang mengajarkan kasih.
Ada Tuhan yang datang membawa ketakutan.
Ada Tuhan yang mengajarkan kebebasan.
Ada Tuhan yang gemar membuat batas.
Ada Tuhan yang memaafkan.
Ada pula Tuhan yang seolah-olah begitu sibuk mencatat kesalahan manusia.

Dan yang lebih aneh, kadang-kadang Tuhan itu begitu mirip dengan keinginan manusia yang mengaku menyembah-Nya.

Aku mulai bertanya: jangan-jangan selama ini kita bukan sedang mencari Tuhan, melainkan sedang mencari Tuhan yang cocok dengan keinginan kita.

Kita memilih Tuhan yang membenarkan pikiran kita.
Memilih Tuhan yang mengizinkan apa yang ingin kita lakukan.
Memilih Tuhan yang membenci orang yang kita benci.
Memilih Tuhan yang memenangkan kelompok kita.
Bahkan memilih Tuhan yang membuat kita merasa lebih suci daripada manusia lain.

Maka akhirnya aku harus memilih.

Bukan memilih Tuhan seperti memilih menu di restoran—mana yang paling sesuai selera. Bukan pula memilih agama seperti memilih pakaian yang paling nyaman dikenakan.

Tetapi memilih cara memahami Tuhan.

Sebab mungkin Tuhan yang sejati tidak selalu cocok dengan keinginanku.

Ia mungkin justru mengganggu kenyamananku.
Membongkar kesombonganku.
Membuatku malu ketika aku merasa paling benar.
Memaksaku mengasihi ketika aku ingin membenci.
Memintaku memaafkan ketika egoku ingin menghukum.

Dan mungkin di situlah Tuhan benar-benar menjadi Tuhan.

Sebab kalau Tuhan selalu persis seperti yang kuinginkan, jangan-jangan yang kusembah bukan Tuhan.

Melainkan diriku sendiri—yang kuberi nama Tuhan.

Di usia ketika manusia mulai lelah mengejar pengakuan, aku justru semakin sadar: persoalan terbesar manusia bukan menemukan Tuhan.

Tuhan tidak pernah kehilangan manusia.

Kitalah yang sering kehilangan Tuhan karena terlalu sibuk membuat-Nya sesuai dengan selera kita.

Maka akhirnya aku memilih.

Aku memilih Tuhan yang tidak perlu kubela dengan kebencian.
Tuhan yang tidak membutuhkan manusia untuk saling menghancurkan demi membuktikan siapa yang paling benar.
Tuhan yang membuatku semakin rendah hati ketika merasa dekat kepada-Nya.

Aku memilih Tuhan yang membuatku lebih manusia.

Sebab mungkin ukuran paling sederhana dari kedekatan seseorang dengan Tuhan bukanlah seberapa keras ia berbicara tentang Tuhan, melainkan **seberapa lembut ia memperlakukan manusia.**

Dan kalau suatu hari aku ternyata masih salah memilih, semoga Tuhan yang kupilih cukup luas untuk memaafkanku.

Sebab pada akhirnya, aku hanya manusia.

Dan mungkin seluruh perjalanan spiritual manusia memang bukan tentang menemukan Tuhan yang sesuai dengan keinginannya—

melainkan perlahan-lahan menjadi manusia yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Ulang Tahun Dianggap Bukan Islam

Next Post

Kalau Semua Agama Menawarkan Syurga, Saya Pilih yang Termudah

munira

munira

Related Posts

Tidak Semua Orang Harus Berjalan Cepat

Tidak Semua Orang Harus Berjalan Cepat

by munira
September 3, 2026
0

Ada kalanya kita perlu berhenti sejenak dari kesibukan hidup, bukan untuk menyerah, melainkan untuk bertanya kepada diri sendiri: “Sebenarnya, mengapa...

Mereka Berdusta agar Tuhan Terlihat Indah

Mereka Berdusta agar Tuhan Terlihat Indah

by munira
August 31, 2026
0

Membaca Abdullah al-Qasimi dan Keberaniannya Menggugat Gambaran Manusia tentang Tuhan Ada buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada...

SATU BUKU, BANYAK JALAN MENUJU KEBENARAN

by munira
August 30, 2026
0

Muslim mempunyai Al-Qur’an. Kristen mempunyai Alkitab. Yahudi mempunyai Taurat. Lalu, buku apakah yang harus dibaca oleh seorang manusia yang ingin...

KITA DATANG DENGAN TANGAN KOSONG

by munira
August 30, 2026
0

Ada hari-hari ketika hidup terasa seperti sedang bersekongkol melawan kita. Penyakit datang tanpa diundang. Kematian mengetuk pintu tanpa permisi. Perceraian...

Next Post
Kalau Semua Agama Menawarkan Syurga, Saya Pilih yang Termudah

Kalau Semua Agama Menawarkan Syurga, Saya Pilih yang Termudah

Hidup Adalah Hadiah, Bukan Masalah

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Tidak Semua Orang Harus Berjalan Cepat
  • Mereka Berdusta agar Tuhan Terlihat Indah
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira