Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Fiksi

Ketika Cinta Bersaing dengan Golf: Menemukan Kedalaman Pikiran Manusia

munira by munira
April 21, 2025
in Fiksi, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Di sebuah sore yang tenang, seorang istri memperhatikan suaminya yang sibuk mempersiapkan perlengkapan golfnya. Ia merawat stik-stik itu dengan penuh kelembutan, menyeka bola dengan hati-hati, menyusun sepatu dan topinya dengan presisi seperti merawat sesuatu yang sangat dicintainya. Sang istri hanya berdiri memandangi, lalu dengan nada getir bertanya, “John, kau lebih mencintai golf daripada aku, bukan?”

Ada keheningan sejenak. Dalam situasi biasa, sang suami mungkin akan membantah atau menyanggah dengan basa-basi cinta yang umum. Tapi hari itu berbeda. Di hadapannya berdiri bukan hanya istrinya, tapi juga ‘anak-anak’ kesayangannya: perlengkapan golf yang telah ia rawat dan rawat seolah memiliki jiwa.

Dengan jujur ia menjawab, “Mary, aku akui aku mencintai golf lebih darimu. Tapi percayalah, aku lebih mencintaimu dibandingkan tenis, sepak bola, atau basket.”

Sekilas, jawaban ini tampak lucu, bahkan mungkin menyakitkan. Tapi di balik kejujuran yang tajam itu, terselip pelajaran mendalam tentang kecenderungan manusia, tentang cinta, ketertarikan, dan keterikatan. Ia juga mengandung pesan tentang bagaimana pikiran manusia bekerja dan betapa pentingnya keseimbangan untuk menyelami potensi terdalam dalam diri.

Permainan dan Keterikatan

Setiap manusia memiliki objek keterikatan. Bisa pada seseorang, bisa pada sesuatu — dan seringkali, keterikatan itu terlihat irasional di mata orang lain. Dalam cerita ini, golf bukan hanya sekadar olahraga. Ia adalah simbol dari konsentrasi, kehadiran, dan pengalihan batin dari kekacauan dunia luar. Saat si suami membersihkan bola dan menyusun perlengkapan, itu bukan sekadar tindakan mekanis. Itu adalah bentuk meditasi, sebuah latihan kehadiran, ketenangan, bahkan cinta — meskipun cinta itu bukan pada manusia, melainkan pada aktivitas.

Namun keterikatan, bila tidak diimbangi dengan kesadaran dan kepekaan terhadap sekitar, bisa melukai. Dalam kisah ini, sang istri merasa tersisihkan. Cinta yang dibagi bukan lagi cukup untuknya. Maka dari itu, keterikatan harus dibarengi dengan keseimbangan batin. Bila tidak, maka ia berubah menjadi kecondongan yang membutakan.

Keseimbangan: Fondasi Kemampuan Pikiran

Dalam pelajaran terakhir dari cerita ini, terselip makna mendalam: jika seseorang ingin menyelami potensi tertinggi dari pikiran manusia, maka langkah pertama adalah membangun kestabilan batin. Pikiran manusia ibarat kuda liar — penuh potensi, tapi sulit diarahkan. Baru ketika tanah tempat ia berpijak cukup kokoh dan rata, barulah kuda itu bisa berlari dengan kecepatan dan arah yang luar biasa.

Artinya, seseorang tidak bisa menyelami kedalaman pikirannya saat ia masih terombang-ambing oleh perasaan, ambisi, atau keterikatan yang tak terkendali. Maka, perlu ada semacam latihan batin — entah dalam bentuk meditasi, perenungan, atau kegiatan yang benar-benar dihayati dengan kehadiran penuh — seperti pria itu dengan golfnya.

Penutup: Cinta, Kejujuran, dan Kemampuan Manusia

Cinta bukan hanya tentang perasaan hangat. Ia juga tentang kejujuran, bahkan jika kejujuran itu menyakitkan. Dan pikiran manusia, untuk bisa menyentuh keajaibannya, perlu dilandasi oleh ketenangan yang mendalam.

Mungkin kita semua punya “golf” dalam hidup kita — sesuatu yang kita rawat dan cintai diam-diam, mungkin lebih dari orang-orang di sekitar kita. Tapi pada akhirnya, yang penting bukan pada siapa atau apa kita mencintai, melainkan pada seberapa seimbang dan stabil kita berdiri di hadapan semua itu.

Dari sanalah, keajaiban sesungguhnya dimulai.

 

Share this:

  • Facebook
  • X
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menanggalkan Mahkota Semu: Hidup yang Lebih Ringan Tanpa Beban Masa Lalu

Next Post

Kompas Moral Zaman Now: Jarum yang Enggan Menoleh ke Atas

munira

munira

Related Posts

Langit yang Retak: Ketika Manusia Mengambil Alih Surga

by munira
March 16, 2026
0

I. Ketika Manusia Pertama Kali Mendongak Pada mulanya, langit adalah kitab pertama yang dibaca manusia. Bayangkan diri Anda ribuan tahun...

Bila Ujung dari Sebuah Perkawinan Itu Bercerai, Maka Itu Bukan Nasib — Sejak Awal dan Akhir adalah Pilihan atas Takdir Tersebut

My Love Said: I Am Late to Love Her — But the Answer Is: Better Late Than Never

by munira
March 13, 2026
0

Cinta kadang datang seperti hujan yang terlambat di musim kemarau. Tanah mungkin telah lama retak menunggu air, daun-daun mungkin telah...

Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

by munira
March 12, 2026
0

Oleh: Novita Sari Yahya Pertemuan Sederhana yang Membuka Renungan Pagi itu Jakarta berjalan seperti biasa. Kendaraan memenuhi jalan-jalan utama, orang-orang...

Mata Uang Bernama Integritas

by munira
March 3, 2026
0

Oleh : Novita sari yahya Sinar matahari pagi menyusup melalui tirai tipis di ruang kerja Elvira. Ia membuka jendela kecil...

Next Post
Kompas Moral Zaman Now: Jarum yang Enggan Menoleh ke Atas

Kompas Moral Zaman Now: Jarum yang Enggan Menoleh ke Atas

Mengapa Topi Haji Mirip dengan Topi Paus?

Mengapa Topi Haji Mirip dengan Topi Paus?

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Perenungan Menjadi Tua dan Kebahagiaan Melihat Penerus-Penerusnya
  • Langit yang Retak: Ketika Manusia Mengambil Alih Surga
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira