Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Fiksi

Mengukur Hidup, Menimbang Sunyi

munira by munira
July 23, 2025
in Fiksi, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Seorang miliarder wafat pada usia lima puluh enam.
Kanker pankreas. Sunyi. Tak ada lagi rapat direksi, tak ada lagi daftar Forbes.
Yang tersisa: ranjang. Napas. Dan kalimat terakhir.

“Kekayaan hanyalah sesuatu yang terbiasa aku miliki.
Kini, terbaring begini, aku sadar: semua pengakuan dan kekayaan
tak berarti apa-apa di hadapan maut.”

Saya membacanya sekali.
Lalu diam.
Lalu membaca lagi.
Dan merasakan sesuatu yang tak tertulis: semacam getir yang lirih,
seolah dunia yang keras mendadak mengecil jadi hanya satu tarikan napas yang tersisa.

Kita hidup dalam sebuah ilusi tentang ‘lebih’.
Lebih cepat. Lebih kaya. Lebih dikenal.
Kita lupa, jam tangan tiga ribu dolar dan tiga puluh dolar sama-sama menunjuk pukul tiga sore.
Mobil lima miliar dan motor tua yang berisik,
keduanya menempuh jalan yang sama berlubang.
Rumah mewah, rumah kontrakan—pada akhirnya, kita semua tidur di satu ranjang.
Dan jika Tuhan sedang diam, mungkin juga sendirian.

Apa yang tersisa?
Seketul nasi hangat di piring plastik,
suara tawa seorang sahabat di tengah malam,
tangan kecil anakmu yang memegang ujung bajumu,
pelukan dari seseorang yang tak bertanya apa-apa, hanya hadir.

Saya kira hidup memang bukan soal apa yang kita punya,
tetapi siapa yang masih menggenggam kita saat semua hal lepas.
Hidup bukan daftar pencapaian,
melainkan daftar kehilangan yang kita peluk dengan ikhlas.

Miliarder itu memberi kita warisan paling mahal:
kesadaran bahwa hidup bukan tentang menumpuk,
tapi tentang pulang.
Pulang ke diri sendiri. Pulang ke yang sunyi, yang sejati.

Maka saya bertanya, pelan-pelan, seperti seorang penyair pada dirinya sendiri:
Apa yang sebenarnya mengisi hariku?
Dengan apa aku mengukur hidupku?
Apakah aku sedang berlari dari sepi,
atau justru menyusuri jalan pulang yang sunyi—dan menemukan damai?

Bukan, ini bukan soal bersalah.
Ini soal menemukan kembali yang penting.
Karena kadang, untuk benar-benar hidup,
kita harus belajar kehilangan.

Share this:

  • Facebook
  • X
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Tuhan Ditemukan di Tengah Ketidaktahuan

Next Post

Kitabnya Mengajarkan Cinta, Umatnya Mengobarkan Perang

munira

munira

Related Posts

Cinta Tanpa Penilaian

by munira
April 28, 2026
0

Cinta, dalam bentuknya yang paling murni dan paling jujur, sering kali menuntut sesuatu yang terasa berlawanan dengan naluri kita: keberanian...

Langit yang Retak: Ketika Manusia Mengambil Alih Surga

by munira
March 16, 2026
0

I. Ketika Manusia Pertama Kali Mendongak Pada mulanya, langit adalah kitab pertama yang dibaca manusia. Bayangkan diri Anda ribuan tahun...

Bila Ujung dari Sebuah Perkawinan Itu Bercerai, Maka Itu Bukan Nasib — Sejak Awal dan Akhir adalah Pilihan atas Takdir Tersebut

My Love Said: I Am Late to Love Her — But the Answer Is: Better Late Than Never

by munira
March 13, 2026
0

Cinta kadang datang seperti hujan yang terlambat di musim kemarau. Tanah mungkin telah lama retak menunggu air, daun-daun mungkin telah...

Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

by munira
March 12, 2026
0

Oleh: Novita Sari Yahya Pertemuan Sederhana yang Membuka Renungan Pagi itu Jakarta berjalan seperti biasa. Kendaraan memenuhi jalan-jalan utama, orang-orang...

Next Post
Kitabnya Mengajarkan Cinta, Umatnya Mengobarkan Perang

Kitabnya Mengajarkan Cinta, Umatnya Mengobarkan Perang

Menguasai Psikologi Pilihan: 9 Taktik Cerdas untuk Mempengaruhi Keputusan

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Cinta Tanpa Penilaian
  • Perenungan Menjadi Tua dan Kebahagiaan Melihat Penerus-Penerusnya
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira