Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Fiksi

Ketika Tuhan Ditemukan di Tengah Ketidaktahuan

munira by munira
July 22, 2025
in Fiksi, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Pada suatu masa, ketika dunia masih gelap oleh ketidaktahuan dan langit belum dijinakkan oleh rumus-rumus ilmiah, manusia berdiri di hadapan gemuruh petir dengan tubuh gemetar. Mereka memandang ke langit yang menyala dan menyimpulkan: ada kekuatan di luar sana. Ketika bumi mengguncang dan tanah terbelah, mereka tak mencari patahan lempeng, melainkan suara murka dari langit. Dalam ketakutan dan keheranan, manusia membentuk Tuhan.

Tapi Tuhan yang mereka bangun bukanlah semata bayang-bayang rasa takut. Ia tumbuh dari kebutuhan paling dalam: untuk dimengerti, untuk dijaga, untuk diberi arah.


Nabi-nabi dan Zaman yang Belum Mengenal Pengetahuan

Di masa itu, nabi-nabi turun bukan dengan membawa teleskop atau mikroskop, tetapi dengan kisah, peringatan, dan petunjuk. Mereka datang untuk membimbing, bukan menjelaskan teknis; untuk menghibur yang gelisah, bukan memuaskan logika semata. Mereka berbicara pada manusia yang belum bisa membedakan mana hukum alam dan mana gejala adikodrati.

Ketika langit menggelegar, nabi berkata: itu bukan amarah dewa, tapi tanda kekuasaan Tuhan.
Ketika laut membanjiri daratan, nabi mengingatkan: ini bukan hukuman semata, tapi seruan untuk kembali.
Maka wahyu pun menjadi lentera, dan kenabian menjadi jembatan—antara ketidaktahuan manusia dan harapan akan makna.


Apakah Tuhan Adalah Bayangan Ketakutan Kita?

Waktu berlalu. Ilmu pengetahuan menyala. Petir kini hanyalah beda potensial, gempa bumi hanyalah gesekan lempeng. Langit yang dulu agung kini dipetakan, dicitrakan, dan disimpan dalam server.

Lalu sebagian kita berkata:
“Tuhan? Bukankah Dia hanya pengisi ruang kosong yang dulu belum bisa dijelaskan?”
“Jika kita sudah tahu segalanya, buat apa percaya sesuatu yang tak bisa diukur?”

Pertanyaan yang jujur. Dan mungkin juga rapuh.

Sebab sains memang menjelaskan bagaimana, tapi masih gagap menjawab mengapa.
Mengapa kita mencintai meski tahu akan kehilangan?
Mengapa kita mencari makna padahal hidup bisa berlalu begitu saja?
Mengapa kita menangis saat kehilangan, atau berkorban tanpa alasan?

Dan di balik semua pertanyaan itu, masih ada ruang kosong yang tak bisa diisi oleh data.


Ketika Tuhan Tak Lagi Dicari, Tapi Justru Diperlukan

Barangkali kita tak lagi memanggil nabi dengan jubah dan tongkat. Tapi kegelisahan kita tetap sama:

  • Kita masih merasa sepi di tengah ribuan notifikasi.
  • Kita masih merasa kecil meski menguasai teknologi.
  • Kita masih butuh arah, bahkan setelah semua peta dunia kita genggam.

Tuhan, hari ini, bukan lagi soal langit yang bergemuruh. Ia hadir dalam hati yang sunyi. Dalam pencarian akan makna. Dalam pertanyaan yang tak selesai.


Penutup: Tuhan Bukan Lagi Jawaban, Tapi Perjalanan

Tuhan mungkin tak lagi diperlukan untuk menjelaskan fenomena. Tapi mungkin, Dia tetap dibutuhkan untuk memahami diri sendiri.

Para nabi datang di masa manusia takut akan alam. Hari ini, kita justru takut pada kehampaan.

Di antara sinyal internet dan kecanggihan mesin, masih ada jiwa yang bertanya:
Untuk apa semua ini? Siapa aku? Ke mana aku akan kembali?

Dan mungkin, dari ujung pertanyaan itu, kita akan kembali menemukan jejak-Nya—bukan di langit yang bergemuruh, tapi di ruang hening dalam diri kita sendiri.


 

Share this:

  • Facebook
  • X
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kita Hanya Persinggahan: Maka Tinggalkan Jejak yang Lembut

Next Post

Mengukur Hidup, Menimbang Sunyi

munira

munira

Related Posts

Cinta Tanpa Penilaian

by munira
April 28, 2026
0

Cinta, dalam bentuknya yang paling murni dan paling jujur, sering kali menuntut sesuatu yang terasa berlawanan dengan naluri kita: keberanian...

Langit yang Retak: Ketika Manusia Mengambil Alih Surga

by munira
March 16, 2026
0

I. Ketika Manusia Pertama Kali Mendongak Pada mulanya, langit adalah kitab pertama yang dibaca manusia. Bayangkan diri Anda ribuan tahun...

Bila Ujung dari Sebuah Perkawinan Itu Bercerai, Maka Itu Bukan Nasib — Sejak Awal dan Akhir adalah Pilihan atas Takdir Tersebut

My Love Said: I Am Late to Love Her — But the Answer Is: Better Late Than Never

by munira
March 13, 2026
0

Cinta kadang datang seperti hujan yang terlambat di musim kemarau. Tanah mungkin telah lama retak menunggu air, daun-daun mungkin telah...

Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

by munira
March 12, 2026
0

Oleh: Novita Sari Yahya Pertemuan Sederhana yang Membuka Renungan Pagi itu Jakarta berjalan seperti biasa. Kendaraan memenuhi jalan-jalan utama, orang-orang...

Next Post
Mengukur Hidup, Menimbang Sunyi

Mengukur Hidup, Menimbang Sunyi

Kitabnya Mengajarkan Cinta, Umatnya Mengobarkan Perang

Kitabnya Mengajarkan Cinta, Umatnya Mengobarkan Perang

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Cinta Tanpa Penilaian
  • Perenungan Menjadi Tua dan Kebahagiaan Melihat Penerus-Penerusnya
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira