Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

Belajar Memahami Tuhan dari Cara Orang Lain Berdoa

munira by munira
January 25, 2026
in Cross Cultural, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Pada suatu waktu, saya ditugaskan menjadi penerjemah. Tugas itu sederhana di atas kertas: memindahkan kata dari satu bahasa ke bahasa lain. Namun dalam praktiknya, saya justru dipindahkan dari satu cara pandang ke cara pandang yang lain. Dari tugas itulah saya mulai mengerti—bahwa memahami bahasa manusia sering kali membuka pintu untuk memahami cara manusia mendekati Tuhannya.

Saya menyaksikan langsung prosesi sembahyang umat Hindu Bali. Sebuah ritual yang bagi sebagian orang tampak asing, bahkan mungkin dianggap keliru. Namun ketika saya mendengar penjelasannya, saya justru menemukan pelajaran tentang ketertiban batin, kesadaran ruang, dan adab spiritual.

Pertama, mereka memohon kepada makhluk-makhluk tak kasat mata yang diyakini berada di sekitar tempat itu, agar tidak mengganggu jalannya doa. Ini bukan penyembahan, melainkan permohonan etika kosmik—sebuah kesadaran bahwa manusia hidup berdampingan dengan semesta yang tak seluruhnya terlihat.

Kedua, mereka memohon kepada Sang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa, agar menjaga keselamatan. Di titik ini, tujuan doa menjadi jelas: bersandar kepada Yang Maha Kuasa.

Ketiga, mereka memohon kepada para dewa yang turut menjadi saksi doa (Tuhan menurut keyakinan masing-masing), agar perlindungan dan kesejahteraan diberikan. Dan keempat, mereka menutupnya dengan rasa terima kasih atas semua yang telah diterima.

Empat tahapan itu bukan sekadar ritual. Ia adalah struktur kesadaran: menghormati lingkungan, bersandar kepada Tuhan, memohon keselamatan, lalu bersyukur. Sebuah etika spiritual yang rapi.

Lalu, apa yang salah dengan doa seperti ini?

Sebagian umat Islam mungkin akan cepat menolak. Mereka menganggap bentuk doa tersebut menyimpang dari tauhid. Namun sering kali penolakan itu lahir bukan dari pemahaman, melainkan dari jarak. Dari ketidaksediaan untuk mendengar sebelum menilai.

Padahal, Al-Qur’an sendiri membuka pintu dialog kemanusiaan dengan kalimat yang sangat universal:

“Ya ayyuhannas ittaqu rabbakum”
Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu.

Bukan “wahai orang-orang beriman”, bukan pula “wahai kaum tertentu”. Tetapi wahai manusia. Seruan ini melampaui identitas agama, suku, dan tradisi. Ia mengakui bahwa setiap manusia memiliki jalan keyakinannya sendiri dalam mencari Tuhan.

Jika Tuhan memanggil manusia secara universal, mengapa sebagian manusia justru menutup pintu universalisme itu?

Masalahnya sering bukan pada doa orang lain, tetapi pada ketakutan kita sendiri. Takut bahwa jika kita memahami cara orang lain berdoa, iman kita akan berkurang. Padahal iman yang matang justru tidak takut berdialog. Ia tidak rapuh oleh perbedaan.

Saya belajar dari pengalaman menjadi penerjemah itu: bahasa bisa berbeda, gerakan bisa berbeda, simbol bisa berbeda—tetapi kerinduan manusia kepada Tuhan selalu sama. Semua ingin selamat. Semua ingin tenteram. Semua ingin dekat dengan Yang Maha Ada.

Dan mungkin, di situlah inti takwa yang sesungguhnya: bukan hanya benar menurut keyakinan sendiri, tetapi juga mampu menghormati keyakinan orang lain tanpa kehilangan keyakinan kita sendiri.

Sebab Tuhan tidak kekurangan pembela.
Yang sering kekurangan justru manusia yang mau belajar memahami.

ADVERTISEMENT
Previous Post

Hukum Sebab Akibat dalam Perkawinan: Ketika Cinta, Dosa, dan Luka Bertemu

Next Post

Seperti Benih yang Tak Pernah Ditanam – Tak Akan Pernah Menjadi Pohon

munira

munira

Related Posts

Jahiliah: Ketika Kebenaran Masih Diselimuti Kabut

Jahiliah: Ketika Kebenaran Masih Diselimuti Kabut

by munira
August 26, 2026
0

Apa itu jahiliah? Jahiliah bukan semata-mata keadaan ketika manusia tidak mengenal Tuhan. Jahiliah juga bukan sekadar masyarakat yang miskin ilmu....

Apakah Saya Takut Tuhan?

Apakah Saya Takut Tuhan?

by munira
August 26, 2026
0

Apakah saya takut Tuhan? Tidak. Saya hanya takut kepada mereka yang mengaku takut kepada Tuhan. Sebab, orang yang benar-benar takut...

Stay There: Jangan Melangkah Melewati Kenyamanan

Ketika Saya Mati

by munira
August 25, 2026
0

Ketika saya mati, tidak perlu mengirim bunga. Bunga-bunga itu indah, tetapi ia hanya akan menjadi harum sesaat di atas tubuh...

Di Bawah Naungan Senja: Usia 70–80 Tahun  – Wasiat Langit untuk Jiwa yang Hampir Pulang

Di Bawah Naungan Senja: Usia 70–80 Tahun – Wasiat Langit untuk Jiwa yang Hampir Pulang

by munira
August 25, 2026
0

Oleh: Willy Fujiwara Bismillah. Ada sebuah masa dalam kehidupan ketika manusia tidak lagi sibuk menghitung berapa tahun yang telah dilaluinya,...

Next Post
Seperti Benih yang Tak Pernah Ditanam – Tak Akan Pernah Menjadi Pohon

Seperti Benih yang Tak Pernah Ditanam - Tak Akan Pernah Menjadi Pohon

Stay There: Jangan Melangkah Melewati Kenyamanan

Stay There: Jangan Melangkah Melewati Kenyamanan

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Jahiliah: Ketika Kebenaran Masih Diselimuti Kabut
  • Apakah Saya Takut Tuhan?
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira