Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Fiksi

Seperti Benih yang Tak Pernah Ditanam – Tak Akan Pernah Menjadi Pohon

munira by munira
August 6, 2026
in Fiksi, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

“Some people are getting older, but the dream is getting younger. Others don’t give it the chance to live.”

Seperti benih yang tak pernah ditanam, mimpi tidak pernah benar-benar mati. Ia hanya tidak pernah memiliki kesempatan untuk hidup.

Ia tetap menyimpan kemungkinan. Di dalamnya telah tersimpan akar, batang, daun, bunga, bahkan hutan yang belum pernah ada. Namun semua itu hanya tinggal potensi selama tidak ada tangan yang bersedia mempercayainya, menanamnya, dan merawatnya.

Begitulah mimpi manusia.

Banyak orang mengira mimpi dikalahkan oleh usia. Seolah-olah waktu adalah musuh yang perlahan menghapus segala cita-cita. Padahal, yang lebih sering terjadi justru sebaliknya. Bukan waktu yang membunuh mimpi, melainkan kita yang menolak memberinya kehidupan.

Kita terlalu cepat berkata, “Sudah terlambat.”

Terlalu mudah menerima bahwa hidup hanyalah rutinitas yang harus dijalani, bukan kemungkinan yang harus diciptakan.

Maka mimpi pun tetap menjadi benih—utuh, tetapi tak pernah bertunas.

Ironisnya, ada orang-orang yang justru semakin tua, sementara mimpinya semakin muda.

Setiap pengalaman membuat mereka lebih bijaksana, tetapi tidak kehilangan rasa ingin tahu. Setiap kegagalan tidak memadamkan harapan, melainkan memperhalus cara mereka mengejarnya. Mereka memahami bahwa usia hanya mengubah tubuh, bukan cakrawala.

Mereka memberi mimpi itu kesempatan untuk hidup.

Dan itulah yang membedakan mereka.

Bukan kecerdasan. Bukan kekayaan. Bukan pula keberuntungan.

Melainkan keberanian untuk terus menanam, bahkan ketika musim tampak tidak menjanjikan.

Alam mengajarkan pelajaran yang sederhana. Sebuah benih tidak pernah bertanya berapa usia tanah tempat ia ditanam. Ia hanya membutuhkan ruang untuk tumbuh, air untuk menghidupkannya, dan cahaya untuk menuntunnya.

Mimpi pun demikian.

Ia tidak bertanya berapa umur pemiliknya. Ia hanya menunggu satu keputusan: Apakah engkau akan memberiku kesempatan untuk hidup?

Pada akhirnya, hidup bukan hanya tentang berapa lama kita berada di dunia ini.

Melainkan tentang berapa banyak kemungkinan yang kita izinkan menjadi kenyataan.

Karena mimpi tidak mati oleh usia.

Ia hanya mati ketika tidak pernah diberi kesempatan untuk hidup.

Share this:

  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on X (Opens in new window) X
ADVERTISEMENT
Previous Post

Belajar Memahami Tuhan dari Cara Orang Lain Berdoa

Next Post

Stay There: Jangan Melangkah Melewati Kenyamanan

munira

munira

Related Posts

Seperti Benih yang Tak Pernah Ditanam – Tak Akan Pernah Menjadi Pohon

Membenturkan Masalah, Menemukan Jalan Keluar

by munira
August 9, 2026
0

Saya punya satu kebiasaan yang mungkin bagi sebagian orang terasa aneh. Bila ada masalah, saya tidak selalu ingin masalah itu...

SENDIRI, TAPI TIDAK KEHILANGAN DIRI

by munira
August 9, 2026
0

Ada usia ketika seseorang tidak lagi terlalu takut kehilangan. Bukan karena ia sudah tidak mencintai. Bukan pula karena hatinya menjadi...

Keindahan yang Tidak Selalu Harus Dimiliki

by munira
August 6, 2026
0

Ada pertemuan yang diciptakan bukan untuk dimiliki, melainkan untuk mengingatkan kita bahwa hidup masih menyimpan keindahan. Kita sering keliru mengira...

Stay There: Jangan Melangkah Melewati Kenyamanan

Stay There: Jangan Melangkah Melewati Kenyamanan

by munira
August 6, 2026
0

Ada hal-hal indah yang justru lahir karena jarak. Bukan karena dingin, melainkan karena setiap orang tahu di mana sebaiknya berhenti....

Next Post
Stay There: Jangan Melangkah Melewati Kenyamanan

Stay There: Jangan Melangkah Melewati Kenyamanan

Keindahan yang Tidak Selalu Harus Dimiliki

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Membenturkan Masalah, Menemukan Jalan Keluar
  • SENDIRI, TAPI TIDAK KEHILANGAN DIRI
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira