Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Fiksi

Jika Tak Mampu Menjadi Cahaya, Jangan Menjadi Luka

munira by munira
June 15, 2026
in Fiksi, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Ketika tangan belum mampu memberi manfaat, setidaknya jangan menjadi tangan yang melukai. Ketika lisan belum mampu menyejukkan, jangan sampai berubah menjadi pisau yang mengiris hati. Dan ketika hidup belum sanggup menjadi jalan keluar bagi masalah orang lain, jangan pula menjadi sebab bertambahnya beban yang mereka pikul.

Di zaman ketika manusia berlomba-lomba untuk terlihat baik, terkadang kita lupa bahwa ukuran kemuliaan tidak selalu terletak pada besarnya kebaikan yang mampu kita lakukan. Ada kalanya kemuliaan justru bersemayam pada kemampuan menahan diri dari keburukan.

Tidak semua orang memiliki keluasan rezeki untuk berbagi. Tidak semua orang mempunyai kekuatan untuk menolong. Tidak semua orang diberi kesempatan menjadi pelita yang menerangi kehidupan banyak manusia. Namun setiap orang, tanpa kecuali, selalu memiliki pilihan untuk tidak menyakiti.

Pilihan yang tampak sederhana, tetapi sesungguhnya merupakan kemenangan besar atas diri sendiri.

Karena sumber penderitaan manusia sering kali bukan berasal dari bencana besar, melainkan dari luka-luka kecil yang ditorehkan sesamanya. Sebuah ucapan yang merendahkan. Sebuah sikap yang mengabaikan. Sebuah fitnah yang disebarkan. Sebuah ketidakadilan yang dilakukan demi kepentingan diri sendiri.

Luka yang tampak kecil bagi pelakunya dapat menjadi beban panjang bagi yang menerimanya.

Dalam pandangan batin, menahan diri agar tidak menyakiti makhluk adalah adab yang sangat tinggi. Sebab seseorang yang mampu mengendalikan ego, amarah, dan nafsunya untuk tidak mencederai orang lain sejatinya sedang membangun peradaban kebaikan di dalam dirinya sendiri.

Mungkin ia belum menjadi dermawan. Mungkin ia belum menjadi penolong. Mungkin namanya tidak dikenal sebagai orang besar. Tetapi selama kehadirannya tidak menjadi sumber keresahan, tidak menjadi penyebab kesedihan, dan tidak menjadi alasan orang lain menangis, maka ia sedang menanam benih kemuliaan yang tak kasat mata.

Ada amal yang disaksikan manusia dan dipuji beramai-ramai. Namun ada pula amal yang sunyi, tersembunyi dalam relung hati, hanya diketahui oleh Allah semata.

Amal itu adalah ketika seseorang memilih untuk diam daripada melukai. Memilih memaafkan daripada membalas. Memilih menahan diri daripada menuruti amarah. Memilih tidak merugikan meskipun memiliki kesempatan untuk melakukannya.

Barangkali tidak ada penghargaan atas semua itu. Tidak ada tepuk tangan. Tidak ada pengakuan. Namun justru karena tidak terlihat itulah nilainya menjadi begitu tinggi di hadapan Tuhan.

Sebab tidak semua kebaikan harus hadir dalam bentuk tindakan besar. Kadang-kadang kebaikan hadir dalam bentuk yang sangat sederhana: tidak menambah luka di dunia yang sudah penuh luka.

Maka jika hari ini kita belum mampu membuat orang lain bahagia, setidaknya jangan menjadi penyebab kesedihannya. Jika belum mampu meringankan beban sesama, jangan menambah berat yang harus mereka pikul. Dan jika belum mampu menjadi cahaya, jangan menjadi kegelapan.

Mungkin itulah awal dari perjalanan menuju jalan sunyi. Jalan yang tidak dipenuhi hasrat untuk dipuji, tidak dipenuhi keinginan untuk dianggap suci, melainkan jalan yang mengajarkan bahwa sebelum menjadi manusia yang bermanfaat, kita harus terlebih dahulu menjadi manusia yang tidak membawa mudarat.

Karena pada akhirnya, dunia ini tidak selalu membutuhkan lebih banyak orang hebat. Dunia hanya membutuhkan lebih banyak manusia yang tidak saling menyakiti.

Dan sering kali, dari situlah segala kebaikan bermula.

Share this:

  • Facebook
  • X
ADVERTISEMENT
Previous Post

Keghaiban yang Diciptakannya Sendiri

Next Post

SEJELEK-JELEK MUKA SAYA: KETIKA SEDANG MARAH

munira

munira

Related Posts

Kebaikan yang Tak Pernah Bangkrut

by munira
July 27, 2026
0

Ada banyak hal di dunia ini yang hanya bisa dimiliki oleh mereka yang mampu membelinya. Kekuasaan membutuhkan biaya. Kemewahan membutuhkan...

Yang Bodoh dalam Cinta

by munira
July 27, 2026
0

Ada sebuah kalimat yang sering beredar dan dikaitkan dengan Fyodor Dostoevsky: dua orang yang sama-sama pintar tidak akan pernah benar-benar...

Rumah yang Tidak Mengenal Bentakan

by munira
July 25, 2026
0

Ada warisan yang tak pernah tercatat dalam akta kelahiran. Ia tidak disimpan di lemari besi, tidak pula diwariskan melalui harta...

Celup Celana Corduroy

by munira
July 24, 2026
0

Oleh: Ali Syarief Celana corduroy adalah celana favorit saya. Bahannya lembut, hangat, dan semakin lama dipakai justru semakin nyaman. Celana...

Next Post

SEJELEK-JELEK MUKA SAYA: KETIKA SEDANG MARAH

Jangan Segala Urusan Diserahkan kepada Allah

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Kebaikan yang Tak Pernah Bangkrut
  • Yang Bodoh dalam Cinta
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira