Oleh : DR. Eggy Ligia
Aku masih di sini,
di antara denyut yang kadang berlari, kadang berbisik pelan.
Jantungku mungkin letih menahan irama,
ginjalku kadang memohon jeda,
dan gula dalam darah ini sering memberontak tanpa belas kasihan.
Namun aku tahu —
ini bukan akhir,
ini adalah cara Allah memelukku dalam ujian yang lembut.
Setiap nyeri adalah sapaan,
setiap lemah adalah panggilan untuk lebih berserah.
Aku tidak ingin menyerah,
karena hidup ini bukan hanya tentang kuatnya tubuh,
tapi tentang gigihnya jiwa yang terus berdoa di tengah badai.
Bila langkahku lambat,
itu bukan kalah,
itu caraku berjalan lebih dekat kepada-Nya.
Aku percaya,
di balik malam yang panjang akan terbit cahaya,
di balik sakit ini, ada cinta yang sedang bekerja diam-diam.
Allah tidak pernah pergi,
Dia hanya ingin aku belajar arti sabar yang sesungguhnya.
Maka hari ini —
aku tersenyum meski mata basah,
aku berzikir meski dada terasa sesak,
aku berterima kasih meski tubuh terasa rapuh.
Sebab aku tahu,
selama napas ini masih ada,
aku masih berjuang,
aku masih beriman,
aku masih di sini —
bersama harapan,
bersama Allah yang tak pernah meninggalkan.







