Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Fiksi

Kepercayaan Hadir Sebagai Suara Bising Dalam Jiwa Yang Resah

Mencari Hakikat Keberadaan: Sebuah Renungan Filosofis

munira by munira
December 26, 2024
in Fiksi, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Kehidupan, sebuah misteri yang tak pernah benar-benar terjawab. Kita hadir di dunia tanpa tahu dari mana asal kita, dan pergi tanpa peta menuju tujuan. Dalam ketidaktahuan itu, manusia menemukan kepercayaan—sebuah pelarian, atau mungkin, sebuah pegangan. Namun, the real thing adalah bahwa kepercayaan bukanlah pengetahuan. Ia hadir sebagai suara bising dalam jiwa yang resah, mengisi celah ketidakpastian dengan asumsi dan harapan.

Bayangkan dunia tanpa agama, tanpa sistem kepercayaan yang terstruktur. Akankah kita, makhluk fana ini, mampu berdiri tegak? Sebagian besar dari kita mungkin kehilangan arah, terombang-ambing di samudra eksistensi tanpa jangkar. Seperti yang pernah dikatakan seorang filsuf, agama adalah bentuk psikoterapi paling murah—ia bukan solusi, tetapi penenang bagi jiwa yang gelisah.

Namun, bagi mereka yang mencari lebih dari sekadar pelipur lara, bagi yang ingin mengetahui inti dari kehidupan itu sendiri, kepercayaan bisa menjadi penghalang. Untuk memahami hakikat eksistensi, kita harus melepas asumsi, membungkam kebisingan dalam pikiran, dan membuka diri terhadap apa yang benar-benar dapat kita rasakan.

Belief, pada hakikatnya, adalah proyeksi dari imajinasi. Ia menggambarkan apa yang ingin kita percayai, bukan apa yang nyata. Sedangkan kebenaran, truth, hanya dapat ditemukan dengan keberanian untuk tidak berasumsi. Mencari kebenaran berarti membebaskan diri dari prasangka, memandang dunia apa adanya, tanpa lensa yang diciptakan oleh budaya, doktrin, atau dogma.

Ada keindahan dalam ketidakpastian. Ia memaksa kita untuk merasakan, untuk perceive genuinely. Ia mengingatkan bahwa hidup adalah pengalaman, bukan konsep. Setiap napas, setiap momen, adalah realitas yang harus dihadapi, bukan diimajinasikan.

Maka, jika kita ingin benar-benar hidup, lepaskanlah beban kepercayaan yang membutakan. Karena, dalam keheningan jiwa, tanpa asumsi, kita mungkin menemukan apa yang selama ini kita cari: sebuah kebenaran yang sederhana, namun mendalam—bahwa keberadaan kita sendiri adalah jawabannya.

Share this:

  • Facebook
  • X
ADVERTISEMENT
Previous Post

Malaikat yang Pangling: Refleksi atas Waktu, Takdir, dan Kesombongan Manusia

Next Post

Dzat, Sifat, dan Nama: Refleksi Ketuhanan dalam Kehidupan

munira

munira

Related Posts

Jangan Petik Bunga Itu: Ia Adalah Kelamin

Iman Tanpa Akal: Jalan Pintas Menuju Kesesatan Riwayat

by munira
January 12, 2026
0

Ada satu kebiasaan berbahaya yang kian tumbuh di ruang-ruang dakwah modern: menerima setiap riwayat atas nama “katanya Nabi” tanpa bertanya,...

Bila Ujung dari Sebuah Perkawinan Itu Bercerai, Maka Itu Bukan Nasib — Sejak Awal dan Akhir adalah Pilihan atas Takdir Tersebut

Bila Ujung dari Sebuah Perkawinan Itu Bercerai, Maka Itu Bukan Nasib — Sejak Awal dan Akhir adalah Pilihan atas Takdir Tersebut

by munira
January 11, 2026
0

Banyak orang menyebut perceraian sebagai nasib. Seolah ia adalah badai yang datang tanpa diundang, merobohkan rumah tangga yang awalnya tampak...

Takdir Itu Pilihan

Takdir Itu Pilihan

by munira
January 10, 2026
0

Sejak kecil kita dijejali satu kalimat yang terdengar sakral: “Itu sudah takdir.”Kalimat ini sering menjadi penutup dari pertanyaan yang tak...

Sehelai Rasa yang Tersisa

Sehelai Rasa yang Tersisa

by munira
January 10, 2026
0

Aku pernah bersumpahtak akan mengikat lagihati yang sudah letihpada janji bernama selamanya. Lalu kau hadirseperti senjayang tak kupintanamun indah terlanjur...

Next Post
Dzat, Sifat, dan Nama: Refleksi Ketuhanan dalam Kehidupan

Dzat, Sifat, dan Nama: Refleksi Ketuhanan dalam Kehidupan

Melihat yang Tak Terlihat: Hellen Keller di Hiroshima

Melihat yang Tak Terlihat: Hellen Keller di Hiroshima

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Iman Tanpa Akal: Jalan Pintas Menuju Kesesatan Riwayat
  • Bila Ujung dari Sebuah Perkawinan Itu Bercerai, Maka Itu Bukan Nasib — Sejak Awal dan Akhir adalah Pilihan atas Takdir Tersebut
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira