Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Fiksi

Ketika Kita Tak Lagi Tahu Mengapa Kita Mencintai

munira by munira
August 29, 2026
in Fiksi, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Ada banyak alasan mengapa seseorang mencintai orang lain.

Kita bisa mencintai seseorang karena wajahnya. Senyumnya. Tatapan matanya. Cara ia berjalan, berbicara, atau sekadar hadir di antara keramaian. Tetapi cinta yang lahir dari rupa sering kali masih merupakan **ketertarikan**—indah, tetapi belum tentu dalam.

Kita juga bisa mencintai seseorang karena apa yang dimilikinya: kekayaan, kedudukan, popularitas, atau kehidupan yang tampak sempurna. Namun, jika semua itu yang menjadi alasan utama, mungkin yang kita cintai bukan dirinya, melainkan **apa yang melekat pada dirinya**.

Ada pula cinta yang tumbuh karena kebaikan.

Kita melihat seseorang begitu tulus, begitu lembut, begitu peduli kepada orang lain. Kita mengaguminya. Kita merasa nyaman berada di dekatnya. Tetapi terkadang, yang kita rasakan sebenarnya adalah **kekaguman**—sebuah penghormatan terhadap kualitas baik yang ada dalam dirinya.

Lalu ada cinta yang lahir karena kita dicintai.

Seseorang memberikan perhatian, menjaga kita, mendengarkan keluh kesah kita, dan membuat kita merasa berharga. Perlahan, kita membalasnya. Ada kehangatan dalam hubungan itu. Ada rasa ingin menjaga dan dijaga. Itulah **timbal balik**—sebuah perasaan yang tumbuh karena hati kita menemukan respons dari hati yang lain.

Namun, ada jenis cinta yang jauh lebih sulit dijelaskan.

Kita tidak tahu mengapa kita mencintainya.

Bukan karena wajahnya semata. Bukan karena kekayaannya. Bukan karena kedudukannya. Bahkan mungkin bukan karena ia selalu baik kepada kita.

Kadang ia justru memiliki kekurangan yang begitu banyak.

Tetapi entah mengapa, ketika ia pergi, ada sesuatu yang terasa hilang.

Ketika ia diam, kita ingin tahu apa yang terjadi.

Ketika ia sedih, hati kita ikut terasa berat.

Ketika ia bahagia, tanpa sadar kita ikut tersenyum.

Dan ketika seseorang bertanya, *“Apa yang membuatmu mencintainya?”*

Kita terdiam.

Tidak ada jawaban yang cukup.

Mungkin di situlah cinta mulai menemukan bentuknya yang paling jujur.

Sebab sesuatu yang benar-benar menyentuh hati tidak selalu dapat diterjemahkan oleh logika. Kita bisa menjelaskan mengapa kita tertarik kepada seseorang. Kita bisa menjelaskan mengapa kita mengaguminya. Kita bahkan bisa menjelaskan mengapa kita membutuhkan seseorang.

Tetapi cinta yang paling dalam terkadang justru hadir tanpa alasan yang jelas.

Ia tidak meminta kalkulasi.

Tidak menghitung kelebihan dan kekurangan.

Tidak bertanya, *“Apa yang akan aku dapatkan?”*

Ia hanya berkata, dalam keheningan yang sulit diterjemahkan:

**“Aku tidak tahu mengapa aku mencintaimu. Aku hanya tahu bahwa aku mencintaimu.”**

Barangkali, cinta memang bukan selalu tentang menemukan alasan.

Barangkali cinta adalah ketika hati telah memilih, sementara pikiran masih sibuk mencari penjelasan.

Dan mungkin, ketika suatu hari kita benar-benar tidak mampu lagi menjawab pertanyaan *“Mengapa?”*, justru saat itulah kita menyadari:

**Tidak semua cinta membutuhkan alasan untuk menjadi nyata.**

ADVERTISEMENT
Previous Post

Syetan: Makhluk Jahat yang Diciptakan Tuhan

Next Post

Ketika Semua Agama Merasa Paling Benar

munira

munira

Related Posts

Mereka Berdusta agar Tuhan Terlihat Indah

Mereka Berdusta agar Tuhan Terlihat Indah

by munira
August 31, 2026
0

Membaca Abdullah al-Qasimi dan Keberaniannya Menggugat Gambaran Manusia tentang Tuhan Ada buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada...

SATU BUKU, BANYAK JALAN MENUJU KEBENARAN

by munira
August 30, 2026
0

Muslim mempunyai Al-Qur’an. Kristen mempunyai Alkitab. Yahudi mempunyai Taurat. Lalu, buku apakah yang harus dibaca oleh seorang manusia yang ingin...

KITA DATANG DENGAN TANGAN KOSONG

by munira
August 30, 2026
0

Ada hari-hari ketika hidup terasa seperti sedang bersekongkol melawan kita. Penyakit datang tanpa diundang. Kematian mengetuk pintu tanpa permisi. Perceraian...

Perhatian Adalah Narkoba yang Tak Terlihat

by munira
August 29, 2026
0

Ada orang yang tidak mencari cinta—mereka mencari **perhatian**. Dan keduanya bukan hal yang sama. Seseorang bisa terlihat sangat setia, tetapi...

Next Post

Ketika Semua Agama Merasa Paling Benar

Perhatian Adalah Narkoba yang Tak Terlihat

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Mereka Berdusta agar Tuhan Terlihat Indah
  • SATU BUKU, BANYAK JALAN MENUJU KEBENARAN
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira