Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Fiksi

Kita Datang ke Sini untuk Hidup

munira by munira
February 27, 2025
in Fiksi, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Kita datang ke sini untuk hidup. Tidak ada tujuan lain yang mesti diperdebatkan, tidak ada teka-teki yang perlu dipecahkan, tidak ada janji yang harus menunggu untuk ditepati. Hidup adalah sebuah perjalanan yang hadir di hadapan kita, seutuhnya, sepenuhnya.

Mereka yang berkata ada tempat yang lebih baik, surga yang lebih indah, kebahagiaan yang lebih sempurna—mengapa mereka menunggu? Jika memang benar tempat itu ada dan lebih baik dari dunia ini, mengapa menunda? Mengapa masih berpijak di tanah yang mereka anggap fana? Bukankah penundaan hanyalah bentuk dari ketidakyakinan? Atau barangkali, mereka pun tahu, bahwa hidup yang paling nyata hanyalah di sini, di bumi ini, di dunia yang sekarang kita jejaki.

Lihatlah, betapa seringnya manusia melupakan kehidupan karena menggantungkan asa pada dunia yang belum tentu nyata. Mereka memandang bumi ini seakan sebuah persinggahan sementara, bukan rumah sejati, lalu mereka menghancurkannya tanpa ragu. Hutan dibabat, sungai dicemari, laut ditumpahi limbah, udara dikotori kepulan keserakahan. Semua atas nama tempat yang lebih baik, yang entah di mana. Tidakkah ini sebuah kejahatan? Kejahatan terhadap kehidupan yang sesungguhnya telah diberikan kepada kita?

Ini adalah pesan yang paling penting bagi para pemuda: Jangan biarkan siapa pun mengatakan bahwa ada tempat yang lebih baik dari bumi ini, karena keyakinan semacam itu hanyalah dalih untuk mengabaikan keindahan yang sudah ada.

Kita datang ke sini untuk hidup. Untuk menghirup udara pagi dengan segala kesegarannya, untuk merasakan embun yang menetes di kulit, untuk melihat mentari menari di cakrawala, untuk mencintai, untuk bermimpi, untuk berjuang. Jika kita tak mampu menghargai hidup yang sekarang, apa jaminannya kita akan menghargai hidup di tempat lain?

Maka hiduplah, seutuhnya. Jangan tunduk pada janji-janji yang belum tentu nyata. Jangan menunggu surga ketika surga telah hadir di hadapanmu—di antara desir angin, di kelopak bunga yang mekar, di senyum seorang ibu, di genggaman tangan seorang kekasih, di dalam detak jantungmu sendiri.

Kita datang ke sini untuk hidup. Itu saja.

Share this:

  • Facebook
  • X
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kesendirian yang Menguatkan

Next Post

Hanya Seorang Ibu yang Mampu Menenun Cinta Tanpa Syarat ke dalam Setiap Aspek Kehidupan

munira

munira

Related Posts

Rumah yang Tidak Mengenal Bentakan

by munira
July 25, 2026
0

Ada warisan yang tak pernah tercatat dalam akta kelahiran. Ia tidak disimpan di lemari besi, tidak pula diwariskan melalui harta...

Celup Celana Corduroy

by munira
July 24, 2026
0

Oleh: Ali Syarief Celana corduroy adalah celana favorit saya. Bahannya lembut, hangat, dan semakin lama dipakai justru semakin nyaman. Celana...

Pohon yang Tak Pernah Menyerah

by munira
July 21, 2026
0

Ada masa ketika hidup terasa seperti musim gugur. Satu demi satu yang kita cintai terlepas dari genggaman. Kesempatan menghilang, harapan...

Dunia Bukan Ruang Tunggu, Melainkan Tempat Membangun Peradaban

by munira
July 19, 2026
0

Oleh: Nazaruddin Ada cara pandang yang diam-diam membuat manusia kehilangan makna hidup. Dunia dipersepsikan sekadar ruang transit, terminal keberangkatan, atau...

Next Post
Merawat Harapan: Memeluk Anak untuk Siapa – Bukan untuk Apa yang Kita Inginkan

Hanya Seorang Ibu yang Mampu Menenun Cinta Tanpa Syarat ke dalam Setiap Aspek Kehidupan

Pelajaran yang Terlupa: Lingkaran Tak Berujung Sejarah

Pelajaran yang Terlupa: Lingkaran Tak Berujung Sejarah

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Rumah yang Tidak Mengenal Bentakan
  • Celup Celana Corduroy
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira