Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Fiksi

Pohon yang Tak Pernah Menyerah

munira by munira
July 21, 2026
in Fiksi, Japan, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Ada masa ketika hidup terasa seperti musim gugur. Satu demi satu yang kita cintai terlepas dari genggaman. Kesempatan menghilang, harapan memudar, persahabatan menjauh, bahkan keyakinan kepada diri sendiri terasa ikut luruh. Pada saat-saat seperti itu, kita sering bertanya, apakah aku sedang kehilangan segalanya?

Namun alam selalu lebih bijaksana daripada kegelisahan manusia.

Lihatlah pohon-pohon. Setiap tahun mereka merelakan daun-daunnya gugur. Tidak ada yang mereka pertahankan dengan putus asa. Mereka tidak memohon kepada angin agar berhenti bertiup, tidak pula menyalahkan musim yang datang silih berganti. Mereka hanya berdiri tegak, diam, seolah memahami bahwa kehilangan bukanlah akhir, melainkan bagian dari cara kehidupan mempersiapkan kelahiran yang baru.

Musim gugur bukan hukuman bagi pohon. Ia adalah jeda. Sebuah kesempatan untuk mengumpulkan kekuatan sebelum musim semi kembali menyapa.

Begitu pula manusia.

Barangkali hari ini kita sedang kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Mungkin pekerjaan, usaha, kepercayaan, kesehatan, atau orang yang kita cintai. Kehilangan memang menyakitkan. Tetapi luka bukanlah bukti bahwa hidup telah selesai. Ia hanya menandai bahwa kita pernah mencintai, pernah berjuang, dan masih memiliki kesempatan untuk bangkit.

Karena itu, ketika hidup terasa berat, jangan terlalu keras kepada diri sendiri. Tidak semua hari harus dipenuhi kemenangan. Ada hari-hari yang memang diciptakan untuk bertahan, bernapas perlahan, dan percaya bahwa waktu sedang bekerja dalam diam.

Orang Jepang memiliki ungkapan yang indah, “Nanakorobi yaoki”—jatuh tujuh kali, bangkit delapan kali. Kalimat sederhana ini mengajarkan bahwa nilai seseorang tidak diukur dari berapa kali ia terjatuh, melainkan dari keberaniannya untuk terus berdiri.

Bukankah pohon melakukan hal yang sama?

Ia kehilangan daunnya berkali-kali, namun tidak pernah kehilangan akarnya. Justru akar itulah yang membuatnya tetap kokoh menghadapi badai.

Mungkin hari ini daun-daun kehidupan kita sedang berguguran. Biarkan saja. Jangan takut kehilangan apa yang memang harus pergi. Sebab sering kali Tuhan mengosongkan ranting-ranting kita agar tunas baru memiliki ruang untuk tumbuh.

Maka bersabarlah.

Musim tidak pernah menetap. Hujan akan reda. Angin akan berlalu. Dan pada saat yang tepat, matahari akan kembali menyentuh ranting-ranting yang sempat telanjang.

Ketika hari itu tiba, kita akan menyadari bahwa kehilangan bukanlah akhir perjalanan. Ia hanyalah jalan sunyi menuju versi diri yang lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih penuh syukur.

Seperti pohon yang tetap tegak meski kehilangan seluruh daunnya, tetaplah berdiri. Bersikaplah lembut kepada diri sendiri. Hari-hari yang lebih baik mungkin tidak datang hari ini, tetapi ia sedang berjalan menuju kita.

Dan ketika musim semi akhirnya tiba, kita akan mengerti bahwa setiap daun yang gugur sesungguhnya sedang mengajarkan satu hal: harapan tidak pernah mati.

Share this:

  • Facebook
  • X
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dunia Bukan Ruang Tunggu, Melainkan Tempat Membangun Peradaban

munira

munira

Related Posts

Dunia Bukan Ruang Tunggu, Melainkan Tempat Membangun Peradaban

by munira
July 19, 2026
0

Oleh: Nazaruddin Ada cara pandang yang diam-diam membuat manusia kehilangan makna hidup. Dunia dipersepsikan sekadar ruang transit, terminal keberangkatan, atau...

Belief Accepts. Understanding Explains. Kepercayaan Menerima; Pengertian Menjelaskan

by munira
July 5, 2026
0

Peradaban manusia dibangun di atas dua fondasi yang kerap disamakan, padahal berbeda: kepercayaan dan pengertian. Yang satu membuat manusia menerima,...

Jangan Segala Urusan Diserahkan kepada Allah

by munira
June 24, 2026
0

Muniranews - Ada satu kebiasaan yang diam-diam tumbuh dalam sebagian masyarakat kita: terlalu mudah menyerahkan segala urusan kepada Allah, bahkan...

SEJELEK-JELEK MUKA SAYA: KETIKA SEDANG MARAH

by munira
June 24, 2026
0

Ada satu wajah yang paling tidak saya sukai dalam hidup ini. Bukan wajah musuh. Bukan wajah orang yang pernah menyakiti...

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Pohon yang Tak Pernah Menyerah
  • Dunia Bukan Ruang Tunggu, Melainkan Tempat Membangun Peradaban
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira