Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Fiksi

Pendidikan dan Kebahagiaan: Antara Sarjana yang Gelisah dan Penyapu Jalan yang Damai

munira by munira
January 30, 2025
in Fiksi, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Aku lebih senang melihat sekolah menghasilkan penyapu jalan yang bahagia, ketimbang sarjana yang sakit jiwa. Karena hidup ini, pada akhirnya, bukan tentang seberapa tinggi seseorang berdiri, tetapi seberapa damai ia melangkah.

Dalam kelas-kelas yang penuh dengan angka dan teori, kita sering lupa pada joie de vivre—seni menikmati hidup. Kita mengajarkan hard skills, tetapi lalai menanamkan emotional intelligence. Anak-anak dibentuk menjadi mesin yang efisien, bukan manusia yang peka terhadap kebahagiaan dirinya sendiri.

Kita telah membangun alma mater yang megah, namun gagal melahirkan jiwa-jiwa yang kuat. Kita mencetak sarjana dengan curriculum vitae yang gemilang, tetapi sering kali mereka berakhir dalam existential crisis, bertanya-tanya: Untuk apa semua ini? Mereka memiliki status quo yang tinggi, tetapi tidak tahu bagaimana menemukan peace of mind.

Sementara itu, seorang penyapu jalan yang memahami ikigai—alasan keberadaannya—bisa jadi lebih damai daripada seorang direktur yang bergelut dengan burnout. Ia mungkin tak mengenal Maslow’s hierarchy of needs, tetapi ia telah mencapai self-actualization dalam bentuknya yang paling sederhana: mencintai pekerjaannya tanpa terjebak dalam ambisi yang tak berujung.

Di penghujung hidup nanti, tidak ada yang bertanya: “Seberapa tinggi gelarmu?”, yang ada hanyalah: “Apakah engkau telah hidup dengan bahagia?”

Maka, untuk apa memproduksi sarjana yang terjebak dalam rat race, kehilangan joie de vivre, dan tak tahu bagaimana menikmati dolce far niente—keindahan dalam diam? Lebih baik sekolah-sekolah kita melahirkan manusia yang mengerti the art of living: hidup dengan keseimbangan, dengan makna, dan dengan hati yang ringan.

Karena hidup bukan tentang siapa yang paling tinggi berdiri, tapi siapa yang paling damai dalam melangkah.

 

Share this:

  • Facebook
  • X
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jagalah paruhmu. Kokohkan kakimu. Bentangkan sayapmu.

Next Post

Menyatu dengan Karya, Merdeka dari Ambisi

munira

munira

Related Posts

Rumah yang Tidak Mengenal Bentakan

by munira
July 25, 2026
0

Ada warisan yang tak pernah tercatat dalam akta kelahiran. Ia tidak disimpan di lemari besi, tidak pula diwariskan melalui harta...

Celup Celana Corduroy

by munira
July 24, 2026
0

Oleh: Ali Syarief Celana corduroy adalah celana favorit saya. Bahannya lembut, hangat, dan semakin lama dipakai justru semakin nyaman. Celana...

Pohon yang Tak Pernah Menyerah

by munira
July 21, 2026
0

Ada masa ketika hidup terasa seperti musim gugur. Satu demi satu yang kita cintai terlepas dari genggaman. Kesempatan menghilang, harapan...

Dunia Bukan Ruang Tunggu, Melainkan Tempat Membangun Peradaban

by munira
July 19, 2026
0

Oleh: Nazaruddin Ada cara pandang yang diam-diam membuat manusia kehilangan makna hidup. Dunia dipersepsikan sekadar ruang transit, terminal keberangkatan, atau...

Next Post
Seandainya Yesus dan Nabi Muhammad Bertemu: Sebuah Dialog tentang Cinta Kasih

Menyatu dengan Karya, Merdeka dari Ambisi

China Town Yokohama Semarak dengan Lentera Naga Sambut Tahun Baru Imlek 2025

China Town Yokohama Semarak dengan Lentera Naga Sambut Tahun Baru Imlek 2025

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Rumah yang Tidak Mengenal Bentakan
  • Celup Celana Corduroy
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira