Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Fiksi

Sesungguhnya, Anda Tidak Mengirim Anak Anda ke Sekolah untuk Belajar

Burung Tidak Mendidik Anaknya Untuk Menjadi se-ekor Gajah

munira by munira
April 11, 2025
in Fiksi, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jika Anda jujur pada diri sendiri, Anda akan menyadari bahwa Anda tidak mengirim anak Anda ke sekolah untuk belajar. Anda mengirim mereka untuk menjadi “seseorang”—dalam artian yang Anda ciptakan sendiri. Agar mereka kelak “berhasil” menurut ukuran sosial; agar mereka bisa “membanggakan” keluarga; agar mereka punya gelar, jabatan, dan penghasilan yang bisa dipamerkan. Tetapi jarang sekali Anda bertanya: apakah itu benar kebutuhan mereka, atau hanya perpanjangan dari ambisi dan ketakutan Anda sendiri?

Sekolah, dalam bentuknya hari ini, lebih sering menjadi ruang pelatihan sosial ketimbang ladang pertumbuhan manusia. Sejak dini, anak-anak diajarkan untuk menyesuaikan diri dengan sistem, bukan untuk mengenali siapa dirinya. Mereka belajar bukan karena cinta ilmu, tapi karena takut tidak naik kelas. Mereka membaca bukan karena ingin tahu, tapi karena ingin lulus ujian.

Sebagaimana dikatakan Ivan Illich dalam *Deschooling Society*,
> *“School is the advertising agency which makes you believe that you need the society as it is.”*

Sekolah telah menjadi alat untuk memproduksi manusia yang sesuai pasar, bukan manusia yang hidup dengan kesadaran. Maka yang kita sebut “pendidikan” tak lebih dari penjinakan sistematis, bukan proses pembebasan.

Kita menyebut diri sebagai “orang tua,” tapi sering kali kita hanya menjadi pemilik proyek bernama anak. Kita desain masa depan mereka dengan sketsa ambisi kita sendiri. Kita tempelkan nilai dan norma yang tidak lahir dari percakapan dengan hati mereka, melainkan dari ketakutan kita akan keterasingan sosial. Maka kita kirim mereka ke sekolah, les ini itu, dorong mereka ikut olimpiade, lomba, ranking—bukan untuk tumbuh, tapi untuk menang.

Padahal, seperti dikatakan Paulo Freire dalam *Pedagogy of the Oppressed*:
> *“Education must begin with the solution of the teacher-student contradiction, by reconciling the poles of the contradiction so that both are simultaneously teachers and students.”*

Pendidikan adalah hubungan yang saling hidup, bukan satu pihak memaksakan definisinya atas pihak lain. Anak bukan objek didik, mereka adalah subjek yang hidup, yang berpikir, yang merasakan, dan punya jalan spiritual yang berbeda-beda.

Kita telah lupa, bahwa belajar adalah bagian dari kebutuhan eksistensial manusia. Anak-anak tidak perlu disuruh untuk belajar tentang dunia—mereka akan melakukannya secara natural, selama kita tidak merusak rasa ingin tahu mereka. Seperti dikatakan Ki Hajar Dewantara:
> *”Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat menuntun tumbuhnya kodrat itu.”*

Namun kini, kita lebih sering mencabut kodrat itu. Kita ubah anak menjadi produk. Kita ukur kualitas mereka dengan angka-angka. Kita abaikan suara batinnya demi kesuksesan yang bisa kita banggakan di depan orang lain.

***

Pendidikan sejati adalah proses menjadi manusia. Ia bukan proyek, bukan investasi, bukan alat untuk menaiki tangga sosial. Ia adalah proses alami yang tumbuh dari kebutuhan diri—bukan dari tekanan eksternal. Ia tidak bisa dipaksakan, karena jiwa tidak bisa diprogram.

Maka jika Anda mencintai anak Anda, biarkan ia menjadi manusia. Jangan paksa ia menjadi simbol keberhasilan Anda. Karena sesungguhnya, jika Anda memaksa, yang tumbuh bukanlah manusia, tapi bayangan Anda sendiri.

 

ADVERTISEMENT
Previous Post

Percaya Boleh, Tapi Mengerti Itu Berbeda

Next Post

Teruslah Hidup – Mau Bagaimana Lagi, Sudah Hidup?

munira

munira

Related Posts

BERJALANLAH DI BUMI, BUKAN SEKADAR KE BAITULLAH – Ketika Al-Qur’an Memerintah “Fasīrū” dan “Fantashirū”, tetapi Tidak Berkata “Berhajilah!”

BERJALANLAH DI BUMI, BUKAN SEKADAR KE BAITULLAH – Ketika Al-Qur’an Memerintah “Fasīrū” dan “Fantashirū”, tetapi Tidak Berkata “Berhajilah!”

by munira
September 14, 2026
0

Oleh: Ali Syarief Ada sesuatu yang menarik dalam cara Al-Qur’an menggunakan bahasa ketika berbicara tentang perjalanan manusia. Al-Qur’an berkali-kali menggunakan...

Kalau Doa Sudah Cukup, Mengapa Nabi Harus Berperang?

by munira
September 13, 2026
0

Oleh Ali Syarief Ada satu pertanyaan sederhana yang jarang kita ajukan dengan serius: kalau doa memang bisa menjadi jalan utama...

DI ANTARA JUBAH, HASRAT, DAN PERNIKAHAN – Ketika Kesucian Berhadapan dengan Tubuh Manusia

DI ANTARA JUBAH, HASRAT, DAN PERNIKAHAN – Ketika Kesucian Berhadapan dengan Tubuh Manusia

by munira
September 12, 2026
0

By Ali Syarief Ada paradoks tua dalam kehidupan manusia: Semakin tinggi seseorang diminta meninggalkan dunia, semakin besar pula pertanyaan tentang...

Tidak Semua Orang Harus Berjalan Cepat

Tidak Semua Orang Harus Berjalan Cepat

by munira
September 3, 2026
0

Ada kalanya kita perlu berhenti sejenak dari kesibukan hidup, bukan untuk menyerah, melainkan untuk bertanya kepada diri sendiri: “Sebenarnya, mengapa...

Next Post
Teruslah Hidup – Mau Bagaimana Lagi, Sudah Hidup?

Teruslah Hidup – Mau Bagaimana Lagi, Sudah Hidup?

Memaafkan Bukan Berarti Melupakan: Jalan Cerdas Menjadi Manusia

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • BERJALANLAH DI BUMI, BUKAN SEKADAR KE BAITULLAH – Ketika Al-Qur’an Memerintah “Fasīrū” dan “Fantashirū”, tetapi Tidak Berkata “Berhajilah!”
  • Kalau Doa Sudah Cukup, Mengapa Nabi Harus Berperang?
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira