Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Fiksi

Terpesona Kilau Ambisi: Hingga Kekayaan Tak Ternilai Hilang — Martabat.

munira by munira
November 18, 2024
in Fiksi, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

We’re often unaware of dignity until we lose it

Bagaikan kebebasan, martabat kerap kali menjadi hal yang tak kita sadari hingga ia lenyap, meresap dari sela-sela kehidupan seperti embun yang menguap saat tersentuh matahari. Di hiruk-pikuk dunia ini, kita terlampau sering terjebak dalam alur rutinitas, terpesona oleh kilau ambisi, hingga lupa bahwa ada kekayaan tak ternilai yang mengalir lembut dalam setiap detak—martabat.

Martabat bukanlah perhiasan yang gemerlap, bukan pula janji yang bisa diukur dengan angka. Ia adalah inti dari kemanusiaan, napas yang memberi nyawa pada keberadaan kita. Sebagaimana kebebasan memberi sayap, martabat memberi landasan. Ketika kita melangkah dengan kepala tegak dan hati tenang, itulah martabat yang menyala dalam diri kita. Namun, kita tak selalu menghargai nyalanya.

Saat martabat terenggut, baru kita menyadari luka yang ia tinggalkan. Laksana burung yang kehilangan sayap, jiwa meronta mencari makna di antara puing-puing rasa malu dan kehilangan harga diri. Kebenaran yang pahit adalah bahwa kita seringkali baru memahami nilai dari martabat saat ia telah raib, terhapus oleh desakan kekuasaan, penindasan, atau ketidakadilan.

Dalam sejarah, banyak jiwa yang terbangun dari tidur panjang saat martabat mereka diinjak-injak. Mereka yang tak lagi bisa diam, bangkit dengan suara bergetar, menggugah hati nurani manusia lainnya. Sebab, martabat yang hancur tidak hanya melukai satu individu, melainkan menggema dalam jiwa kolektif, menyentuh benang-benang kemanusiaan yang menghubungkan kita semua.

Maka, di zaman yang penuh tantangan ini, marilah kita belajar menghargai martabat, baik milik kita sendiri maupun orang lain, sebelum waktu mengajarkan kita dengan cara yang lebih keras. Seperti kebebasan yang harus diperjuangkan, martabat pun harus dijaga, dihormati, dan dirayakan. Sebab, sekali ia hilang, kita bukan hanya kehilangan kilau keindahan jiwa, tetapi juga arah dalam perjalanan hidup kita.

Bagaikan kebebasan, martabat adalah permata yang tak ternilai—ia adalah nyanyian hati yang tak seharusnya dibiarkan bisu.

 

Share this:

  • Facebook
  • X
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ciri Ciri Orang Munafik

Next Post

Curhat Ku

munira

munira

Related Posts

Belajar Memahami Tuhan dari Cara Orang Lain Berdoa

Belajar Memahami Tuhan dari Cara Orang Lain Berdoa

by munira
January 25, 2026
0

Pada suatu waktu, saya ditugaskan menjadi penerjemah. Tugas itu sederhana di atas kertas: memindahkan kata dari satu bahasa ke bahasa...

Hari Ini Adalah Hidup Itu Sendiri

Hukum Sebab Akibat dalam Perkawinan: Ketika Cinta, Dosa, dan Luka Bertemu

by munira
January 18, 2026
0

Seorang sahabat bertanya kepada saya dengan mata yang lelah dan suara yang nyaris runtuh: “Apakah saya berdosa karena mencintai lelaki...

Jangan Petik Bunga Itu: Ia Adalah Kelamin

Iman Tanpa Akal: Jalan Pintas Menuju Kesesatan Riwayat

by munira
January 12, 2026
0

Ada satu kebiasaan berbahaya yang kian tumbuh di ruang-ruang dakwah modern: menerima setiap riwayat atas nama “katanya Nabi” tanpa bertanya,...

Bila Ujung dari Sebuah Perkawinan Itu Bercerai, Maka Itu Bukan Nasib — Sejak Awal dan Akhir adalah Pilihan atas Takdir Tersebut

Bila Ujung dari Sebuah Perkawinan Itu Bercerai, Maka Itu Bukan Nasib — Sejak Awal dan Akhir adalah Pilihan atas Takdir Tersebut

by munira
January 11, 2026
0

Banyak orang menyebut perceraian sebagai nasib. Seolah ia adalah badai yang datang tanpa diundang, merobohkan rumah tangga yang awalnya tampak...

Next Post

Curhat Ku

Mencari yang Benar-Benar Kita Inginkan

Mencari yang Benar-Benar Kita Inginkan

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Belajar Memahami Tuhan dari Cara Orang Lain Berdoa
  • Hukum Sebab Akibat dalam Perkawinan: Ketika Cinta, Dosa, dan Luka Bertemu
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira