Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Fiksi

Antara Alfa dan Omega: Dialektika Kelahiran dan Kematian

munira by munira
February 12, 2025
in Fiksi, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam semesta yang bergerak dalam keteraturan chaos, hanya ada dua peristiwa yang diterima mutlak oleh alam: nascitura—kelahiran, dan mors inevitabilis—kematian. Di antara keduanya, kehidupan hanyalah fase transisi yang rapuh, fatamorgana eksistensi yang tak lebih dari sekejap cahaya di tengah kegelapan kosmos.

Segala yang bernapas lahir membawa determinisme biologis yang tak bisa ditawar: ia akan mati. Inilah hukum entropi, degradasi energi yang tak terelakkan. Aristoteles menyebutnya sebagai energeia, aktualisasi dari potensi yang pada akhirnya akan kembali ke asalnya—kehamparan ketiadaan. Sementara Heidegger berbicara tentang Sein-zum-Tode, keberadaan manusia yang selalu menuju kematian.

Kelahiran dan kematian adalah dua simpul di sepanjang garis waktu yang berbentuk lingkaran, sebuah ouroboros yang menggigit ekornya sendiri. Kelahiran mengantar jiwa ke dalam mundus sensibilis, dunia yang bisa dirasakan, sementara kematian menghantarkannya kembali ke mundus intelligibilis, ranah yang hanya bisa dipahami oleh esensi metafisik.

Namun, apakah kehidupan hanyalah jeda insignifikan antara dua peristiwa absolut ini? Jika eksistensi manusia hanya diukur dari awal dan akhirnya, maka ia tak lebih dari persamaan matematis tanpa variabel. Tapi justru di situlah tragedi dan keindahannya bersemayam. Dalam finis vitae, terselip makna tentang raison d’être—mengapa manusia harus hidup, meski ia tahu akan mati.

Pada akhirnya, alam tidak pernah merayakan hidup, ia hanya menerima dua hal: genesis dan exitus. Selebihnya, kita hanyalah narator tanpa kendali atas bab terakhir.

Share this:

  • Facebook
  • X
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hidup Itu Sederhana, Tapi Bukan Milikmu

Next Post

The Power of Thought: Clavis Omnium Magnorum

munira

munira

Related Posts

Belajar Memahami Tuhan dari Cara Orang Lain Berdoa

Belajar Memahami Tuhan dari Cara Orang Lain Berdoa

by munira
January 25, 2026
0

Pada suatu waktu, saya ditugaskan menjadi penerjemah. Tugas itu sederhana di atas kertas: memindahkan kata dari satu bahasa ke bahasa...

Hari Ini Adalah Hidup Itu Sendiri

Hukum Sebab Akibat dalam Perkawinan: Ketika Cinta, Dosa, dan Luka Bertemu

by munira
January 18, 2026
0

Seorang sahabat bertanya kepada saya dengan mata yang lelah dan suara yang nyaris runtuh: “Apakah saya berdosa karena mencintai lelaki...

Jangan Petik Bunga Itu: Ia Adalah Kelamin

Iman Tanpa Akal: Jalan Pintas Menuju Kesesatan Riwayat

by munira
January 12, 2026
0

Ada satu kebiasaan berbahaya yang kian tumbuh di ruang-ruang dakwah modern: menerima setiap riwayat atas nama “katanya Nabi” tanpa bertanya,...

Bila Ujung dari Sebuah Perkawinan Itu Bercerai, Maka Itu Bukan Nasib — Sejak Awal dan Akhir adalah Pilihan atas Takdir Tersebut

Bila Ujung dari Sebuah Perkawinan Itu Bercerai, Maka Itu Bukan Nasib — Sejak Awal dan Akhir adalah Pilihan atas Takdir Tersebut

by munira
January 11, 2026
0

Banyak orang menyebut perceraian sebagai nasib. Seolah ia adalah badai yang datang tanpa diundang, merobohkan rumah tangga yang awalnya tampak...

Next Post
The Power of Thought: Clavis Omnium Magnorum

The Power of Thought: Clavis Omnium Magnorum

Memaknai: Nascitura—Kelahiran, dan Mors Inevitabilis-Kematian

Memaknai: Nascitura—Kelahiran, dan Mors Inevitabilis-Kematian

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Belajar Memahami Tuhan dari Cara Orang Lain Berdoa
  • Hukum Sebab Akibat dalam Perkawinan: Ketika Cinta, Dosa, dan Luka Bertemu
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira