Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Fiksi

Discovering Who I Am

munira by munira
August 19, 2026
in Fiksi, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Seorang turis Australia berdiri di sebuah sudut Bali. Wajahnya tenang, tetapi matanya seperti sedang mencari sesuatu yang tidak tercantum dalam peta wisata.

“Siapa namamu?”

“Trini.”

“Ngapain saja di Bali?”

Ia tersenyum kecil.

**“I am discovering who I am.”**

Jawaban itu sederhana. Tetapi justru karena sederhanalah ia terasa dalam.

Kita sering bepergian untuk menemukan tempat. Mencari pantai yang indah, matahari terbenam, makanan yang enak, hotel yang nyaman, atau foto yang bisa dibawa pulang. Kita mengira perjalanan adalah perpindahan dari satu tempat ke tempat lain.

Padahal, mungkin perjalanan yang paling jauh bukanlah perjalanan menuju Bali, Jepang, Paris, atau New York.

Melainkan perjalanan menuju diri sendiri.

Trini mungkin datang ke Bali bukan sekadar untuk melihat pura, menikmati ombak, atau berjemur di pantai. Ia sedang mencoba mendengar sesuatu yang selama ini tertutup oleh kebisingan hidup: **suara dirinya sendiri.**

Ada kalanya kita terlalu sibuk menjadi seseorang bagi orang lain.

Menjadi anak yang baik.
Menjadi orang tua.
Menjadi profesional.
Menjadi pasangan.
Menjadi orang yang sukses.
Menjadi seseorang yang dianggap berhasil.

Sampai akhirnya kita lupa bertanya:

**“Sebenarnya, siapa aku?”**

Bali, dengan segala hiruk-pikuk turismenya, mungkin justru menjadi tempat yang aneh untuk mencari jawaban itu. Di antara turis, pedagang, suara motor, aroma dupa, debur ombak, dan matahari yang tenggelam perlahan, seseorang bisa tiba-tiba menemukan kesunyian.

Dan dalam kesunyian itulah pertanyaan-pertanyaan lama muncul kembali.

Apa yang sebenarnya aku inginkan?

Apa yang membuatku bahagia?

Apa yang selama ini aku kejar?

Dan apakah kehidupan yang sedang kujalani benar-benar kehidupanku?

Mungkin itulah makna perjalanan yang sesungguhnya.

Kita meninggalkan rumah bukan selalu karena ingin pergi. Kadang kita pergi karena ingin **kembali**—bukan kembali ke rumah, tetapi kembali kepada diri sendiri.

Trini datang ke Bali.

Ia tidak sedang mencari Bali.

Ia sedang mencari **Trini**.

Dan mungkin, tanpa kita sadari, sebagian besar dari kita juga sedang melakukan perjalanan yang sama.

Hanya saja, kita menyebutnya dengan nama yang berbeda: pekerjaan, karier, cinta, kesuksesan, uang, keluarga, atau perjalanan.

Padahal jauh di dalam diri, kita semua sedang mencari satu tempat yang paling sulit ditemukan:

**diri kita sendiri.**

*I am discovering who I am.*

Barangkali, itulah alasan terbaik untuk bepergian.

Bukan untuk menemukan dunia.

Tetapi untuk menemukan kembali **siapa kita di dalamnya.**

Share this:

  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on X (Opens in new window) X
ADVERTISEMENT
Previous Post

Orang Kaya VS Ingin Disebut Kaya

Next Post

Al-Qur’an, Galen, dan Embrio Mukjizat Ilmiah atau Pengetahuan yang Sudah Ada?

munira

munira

Related Posts

Altruisme, Religiusitas, dan Ilusi Kebaikan

by munira
August 20, 2026
0

Ada sebuah pernyataan yang menarik untuk direnungkan: **“Orang yang altruistis tidak akan religius. Orang yang religius tidak akan altruistis.”** Alasannya,...

Perjalanan Hidup: Tidak Ada Pekerjaan yang Memalukan

Perjalanan Hidup: Tidak Ada Pekerjaan yang Memalukan

by munira
August 20, 2026
0

Oleh: Yelly A. Salam Suatu waktu, ketika saya duduk di halaman Gedung Sate, mata saya tertuju kepada seorang remaja perempuan...

Al-Qur’an, Galen, dan Embrio Mukjizat Ilmiah atau Pengetahuan yang Sudah Ada?

by munira
August 19, 2026
0

Ada sebuah pertanyaan sederhana yang sebenarnya jauh lebih penting daripada perdebatan panjang tentang “mukjizat ilmiah” Al-Qur’an: Ketika Al-Qur’an berbicara tentang...

Orang Kaya VS Ingin Disebut Kaya

Orang Kaya VS Ingin Disebut Kaya

by munira
August 17, 2026
0

Ada sebuah nasihat sederhana yang layak direnungkan: > Jika seseorang membutuhkan orang lain untuk melihat bahwa dirinya kaya, mungkin yang...

Next Post

Al-Qur’an, Galen, dan Embrio Mukjizat Ilmiah atau Pengetahuan yang Sudah Ada?

Perjalanan Hidup: Tidak Ada Pekerjaan yang Memalukan

Perjalanan Hidup: Tidak Ada Pekerjaan yang Memalukan

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Altruisme, Religiusitas, dan Ilusi Kebaikan
  • Perjalanan Hidup: Tidak Ada Pekerjaan yang Memalukan
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira