Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Figure

Perjalanan Hidup: Tidak Ada Pekerjaan yang Memalukan

munira by munira
August 20, 2026
in Figure, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Yelly A. Salam

Suatu waktu, ketika saya duduk di halaman Gedung Sate, mata saya tertuju kepada seorang remaja perempuan di antara beberapa petugas kebersihan. Ia sedang menyapu halaman dengan tekun. Tidak ada wajah murung. Tidak ada gerutu. Yang tampak justru senyum yang sederhana, penampilan yang bersih, dan wajah yang memancarkan keteguhan.

Saya kemudian bertanya kepadanya, bersama Z Meiy.

“Neng, sudah lama bekerja sebagai OB?”

“Kurang lebih sudah tiga tahun,” jawabnya.

Ia bekerja dengan honor sesuai UMR. Sebelumnya, ia pernah bekerja di sebuah restoran, tetapi kemudian memilih keluar dan mencari pekerjaan lain. Yang membuat saya terdiam dan sekaligus bangga, di tengah kesibukannya bekerja, ia ternyata **sedang melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka, semester empat, jurusan Accounting.**

Di sinilah saya belajar kembali bahwa hidup tidak selalu memberi seseorang jalan yang mudah.

Ada anak-anak yang untuk kuliah cukup membuka pintu rumah, lalu orang tua membiayai semuanya. Ada yang tidak perlu memikirkan uang kuliah, ongkos, makan, bahkan kebutuhan sehari-hari. Tetapi ada pula anak muda yang harus membagi waktunya antara mencari nafkah dan mengejar pendidikan.

Remaja ini memilih jalan yang kedua.

Ia bekerja. Apa pun pekerjaannya, selama halal dan baik, ia jalani dengan kepala tegak. Menjadi penyapu halaman bukan sesuatu yang membuatnya malu. Justru melalui pekerjaan itulah ia sedang berjuang mengangkat derajat dirinya dan, terutama, membahagiakan serta mengangkat derajat kedua orang tuanya.

**Betapa mulianya sebuah perjuangan yang tidak banyak bicara.**

Keringat membasahi pipinya yang masih mulus. Tangannya terus bergerak, menyapu daun-daun yang berserakan. Orang-orang berlalu-lalang di sekitarnya. Tidak terdengar keluhan. Tidak terdengar kata, “Maaf, saya mau lewat.” Ia hanya terus bekerja, sesekali menyapa dengan ramah.

Barangkali bagi sebagian orang, ia hanyalah seorang gadis yang sedang menyapu halaman.

Tetapi bagi saya, ia sedang menyapu jalan menuju masa depannya.

Kepada para pemimpin, kepada orang-orang yang hidup berkecukupan, kepada mereka yang memiliki kemampuan menyekolahkan anak dan cucunya hingga jenjang tertinggi, lihatlah kisah seperti ini.

Tidak semua anak muda memulai hidup dengan kemudahan.

Sebagian harus menukar lelah dengan cita-cita. Sebagian harus menukar keringat dengan lembar-lembar buku kuliah. Sebagian harus bekerja pada siang hari, kemudian belajar ketika malam datang.

Namun justru dari perjuangan seperti itulah sering kali lahir manusia-manusia tangguh.

Gadis belia, teruskan perjuanganmu.

**Jangan pernah malu dengan pekerjaan yang halal. Jangan pernah merasa rendah hanya karena tanganmu memegang sapu.**

Yang membuat seseorang mulia bukanlah pekerjaan apa yang dikenakannya, tetapi kejujuran, ketekunan, dan niat baik yang dibawanya dalam menjalani kehidupan.

Hari ini engkau mungkin menyapu halaman Gedung Sate.

Siapa tahu, suatu hari nanti engkau justru berdiri di tempat yang jauh lebih tinggi—memimpin sebuah perusahaan, menjadi akuntan profesional, menjadi pejabat, menjadi pemimpin masyarakat, atau bahkan menjadi pemimpin bangsa.

Tidak ada yang tahu ke mana kehidupan akan membawamu.

Sebab masa depan sering kali tumbuh diam-diam dari perjuangan kecil yang dilakukan setiap hari.

Tetaplah tersenyum meski lelah.

Tetaplah belajar meski kehidupan tidak selalu ramah.

Tetaplah bekerja dengan jujur meski tidak semua orang melihat perjuanganmu.

Dan tetaplah **istiqamah** menjalani kehidupan.

Kelak, ketika engkau telah sampai pada tempat yang kauimpikan, mungkin engkau akan menoleh ke belakang dan berkata:

*“Ternyata, sapu yang pernah kugenggam itu bukan sekadar alat untuk membersihkan halaman. Ia adalah bagian dari perjalanan yang membawaku menuju masa depan.”*

Selamat bekerja, gadis kecil.

Tetap semangat meraih cita-citamu.

**Tidak perlu malu. Tidak ada pekerjaan halal yang hina.**

Teruslah melangkah.

Karena hidup bukan tentang dari mana kita memulai, melainkan tentang seberapa kuat kita berjuang untuk sampai ke tempat yang kita impikan.

**Insya Allah, kisah perjuanganmu hari ini akan menjadi cerita indah dalam kehidupanmu kelak.**

Share this:

  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on X (Opens in new window) X
ADVERTISEMENT
Previous Post

Al-Qur’an, Galen, dan Embrio Mukjizat Ilmiah atau Pengetahuan yang Sudah Ada?

Next Post

Altruisme, Religiusitas, dan Ilusi Kebaikan

munira

munira

Related Posts

Altruisme, Religiusitas, dan Ilusi Kebaikan

by munira
August 20, 2026
0

Ada sebuah pernyataan yang menarik untuk direnungkan: **“Orang yang altruistis tidak akan religius. Orang yang religius tidak akan altruistis.”** Alasannya,...

Al-Qur’an, Galen, dan Embrio Mukjizat Ilmiah atau Pengetahuan yang Sudah Ada?

by munira
August 19, 2026
0

Ada sebuah pertanyaan sederhana yang sebenarnya jauh lebih penting daripada perdebatan panjang tentang “mukjizat ilmiah” Al-Qur’an: Ketika Al-Qur’an berbicara tentang...

Discovering Who I Am

Discovering Who I Am

by munira
August 19, 2026
0

Seorang turis Australia berdiri di sebuah sudut Bali. Wajahnya tenang, tetapi matanya seperti sedang mencari sesuatu yang tidak tercantum dalam...

Orang Kaya VS Ingin Disebut Kaya

Orang Kaya VS Ingin Disebut Kaya

by munira
August 17, 2026
0

Ada sebuah nasihat sederhana yang layak direnungkan: > Jika seseorang membutuhkan orang lain untuk melihat bahwa dirinya kaya, mungkin yang...

Next Post

Altruisme, Religiusitas, dan Ilusi Kebaikan

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Altruisme, Religiusitas, dan Ilusi Kebaikan
  • Perjalanan Hidup: Tidak Ada Pekerjaan yang Memalukan
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira