Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Fiksi

Ketakutan Terbesar

munira by munira
February 4, 2025
in Fiksi, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Perubahan. Sebuah kata yang mengguncang, menggoyahkan kenyamanan yang kita peluk erat, seperti angin yang mengobrak-abrik dedaunan di malam yang sunyi. Mengapa kita takut? Karena perubahan adalah samudra tanpa peta, tanpa kepastian. Sebuah terra incognita yang menuntut kita berani melangkah ke dalam kegelapan, tanpa jaminan cahaya yang akan menuntun.

Kita takut, karena perubahan meruntuhkan benteng kepastian yang kita bangun dengan hati-hati, dengan tangan yang penuh harap. Ia adalah angin yang merobek tirai yang menutupi pandangan kita. Ia membuat kita terlempar dari ruang nyaman yang telah kita kenal dan percaya. Ia memaksa kita untuk melepaskan apa yang telah kita anggap sebagai yang paling pasti, yang paling aman.

Dan, sebagai manusia, kita sering memilih berlari. Berlindung di balik ilusi kestabilan, memilih kebiasaan yang sudah kita kenal, meskipun itu adalah rutinitas yang menyiksa. Cogito ergo sum—aku berpikir, maka aku ada, tetapi apakah kita benar-benar ada dalam kenyataan yang kita ciptakan sendiri? Mengapa kita memilih bertahan di tepian, sementara kedalaman yang penuh misteri menunggu untuk dijelajahi?

Namun, dalam kenyataannya, ketakutan bukanlah tembok yang tak bisa ditembus. Ketakutan bukanlah sesuatu yang objektif dan nyata. Ia hanyalah bayang-bayang yang kita cipta dengan pikiran kita sendiri. Seperti fajar yang perlahan mengusir kegelapan malam, kita bisa memilih untuk mengusir ketakutan dengan keberanian—fortitudo. Keberanian untuk melangkah ke depan, menginjakkan kaki di tanah yang belum terjamah, dan membiarkan perubahan itu mengukir jejak-jejak baru dalam perjalanan kita.

Mungkin, pada akhirnya, kita tidak perlu takut pada perubahan. Karena ia bukan musuh, melainkan sahabat yang datang untuk membawa kita ke tempat yang lebih luas, lebih dalam, dan lebih penuh makna. Kita hanya perlu belajar untuk berdamai dengan ketidakpastian, untuk mengubah ketakutan menjadi kekuatan.

Share this:

  • Facebook
  • X
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dinasti di Ujung Senja

Next Post

Pikiran kotor— Bak Tinta Hitam yang Mencemari Air Jernih – Toxicitas Batin

munira

munira

Related Posts

Cinta Tanpa Penilaian

by munira
April 28, 2026
0

Cinta, dalam bentuknya yang paling murni dan paling jujur, sering kali menuntut sesuatu yang terasa berlawanan dengan naluri kita: keberanian...

Langit yang Retak: Ketika Manusia Mengambil Alih Surga

by munira
March 16, 2026
0

I. Ketika Manusia Pertama Kali Mendongak Pada mulanya, langit adalah kitab pertama yang dibaca manusia. Bayangkan diri Anda ribuan tahun...

Bila Ujung dari Sebuah Perkawinan Itu Bercerai, Maka Itu Bukan Nasib — Sejak Awal dan Akhir adalah Pilihan atas Takdir Tersebut

My Love Said: I Am Late to Love Her — But the Answer Is: Better Late Than Never

by munira
March 13, 2026
0

Cinta kadang datang seperti hujan yang terlambat di musim kemarau. Tanah mungkin telah lama retak menunggu air, daun-daun mungkin telah...

Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

by munira
March 12, 2026
0

Oleh: Novita Sari Yahya Pertemuan Sederhana yang Membuka Renungan Pagi itu Jakarta berjalan seperti biasa. Kendaraan memenuhi jalan-jalan utama, orang-orang...

Next Post
Pikiran kotor— Bak Tinta Hitam yang Mencemari Air Jernih – Toxicitas Batin

Pikiran kotor— Bak Tinta Hitam yang Mencemari Air Jernih - Toxicitas Batin

Asap Dapur yang Padam

Asap Dapur yang Padam

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Cinta Tanpa Penilaian
  • Perenungan Menjadi Tua dan Kebahagiaan Melihat Penerus-Penerusnya
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira