Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Opinion

Pak Hakim, Pak Jaksa dan Pak Polisi “Jangan Abaikan Peran Kami”

munira by munira
November 17, 2024
in Opinion, Politic
0
Share on FacebookShare on Twitter

Keberhasilan pemerintahan bukanlah hasil dari satu pihak saja; ia lahir dari getar bersama, dari dialog yang mengalir di antara kebijakan dan suara rakyat. Di era Orde Baru (ORBA), kebijakan ini tertulis indah di bab penutup Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), menegaskan betapa peran rakyat adalah tiang penopang pembangunan.

Rakyat hadir dalam beragam wajah partisipasi: saran lembut, kritik tajam, dukungan penuh semangat, hingga dorongan membara. Kini, di era digital, media sosial menjadi panggung besar, tempat di mana setiap suara bisa bergaung luas, kritik melesat secepat kilat, dan aspirasi tak lagi terkungkung ruang.

Namun, langit partisipasi sering kelam ketika kebebasan bertemu pembatasan. Kritik, yang seharusnya memantik api evaluasi, kadang disambut bayang ancaman; tuduhan membuat keonaran, penyebaran informasi meresahkan. Padahal, apa arti sebuah negara tanpa kontrol sosial yang jujur dan konstruktif?

Tokoh seperti Said Didu berdiri di garis depan, menghadirkan kritik yang berani terhadap kebijakan. Ada pula Napoleon Bonaparte, mantan petinggi yang suaranya tak jarang menghentak kesadaran. Habib Rizieq Shihab, meski kerap penuh kontroversi, menjelma simbol perlawanan di mata sebagian, penantang keputusan yang dirasa menindas. Effendi Simbolon dengan kejelasan dan ketegasannya, mengingatkan pada pentingnya transparansi.

Kritik bukan musuh, ia kawan yang mengingatkan ketika langkah mulai menyimpang. Intimidasi dan kriminalisasi atas suara rakyat hanya mematikan semangat yang semestinya menyala. Demokrasi, bila ingin hidup, butuh percakapan yang jujur antara rakyat dan pemimpin, butuh telinga yang mendengar, butuh hati yang memahami.

Partisipasi rakyat bukan sekadar kontrol, tetapi juga dorongan agar pemerintah terus tumbuh. Saran dan kritik adalah benih yang, bila dirawat, akan tumbuh menjadi kebijakan yang matang dan bijak. Maka, di saat protes meletup, jangan lihat sebagai ancaman, tapi suara yang ingin merawat bangsa agar tetap tegak dan adil.

Di zaman di mana jari mengetik lebih cepat daripada bibir berbicara, pemerintah sepatutnya menanggalkan selimut ketakutan dan menyambut suara rakyat dengan terbuka. Kebebasan berekspresi, bila dipupuk, akan menjadi ladang subur bagi partisipasi. Rakyat yang berani dan kritis adalah anugerah, bukan beban.

Singkatnya, keberhasilan pemerintahan adalah simfoni antara kepemimpinan yang mendengar dan rakyat yang bersuara. Maka, jangan biarkan kritik terpenjara dalam tuduhan keonaran. Sebaliknya, biarkan ia terbang, menjadi angin yang mendorong kapal besar ini menuju pelabuhan keadilan dan kemajuan.

 

ADVERTISEMENT
Previous Post

Tanah Ini Ibu Yang Melahirkan Sejuta Kisah – “Menjadi Indonesia”

Next Post

Ciri Ciri Orang Munafik

munira

munira

Related Posts

Tidak Semua Orang Harus Berjalan Cepat

Tidak Semua Orang Harus Berjalan Cepat

by munira
September 3, 2026
0

Ada kalanya kita perlu berhenti sejenak dari kesibukan hidup, bukan untuk menyerah, melainkan untuk bertanya kepada diri sendiri: “Sebenarnya, mengapa...

Mereka Berdusta agar Tuhan Terlihat Indah

Mereka Berdusta agar Tuhan Terlihat Indah

by munira
August 31, 2026
0

Membaca Abdullah al-Qasimi dan Keberaniannya Menggugat Gambaran Manusia tentang Tuhan Ada buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada...

SATU BUKU, BANYAK JALAN MENUJU KEBENARAN

by munira
August 30, 2026
0

Muslim mempunyai Al-Qur’an. Kristen mempunyai Alkitab. Yahudi mempunyai Taurat. Lalu, buku apakah yang harus dibaca oleh seorang manusia yang ingin...

KITA DATANG DENGAN TANGAN KOSONG

by munira
August 30, 2026
0

Ada hari-hari ketika hidup terasa seperti sedang bersekongkol melawan kita. Penyakit datang tanpa diundang. Kematian mengetuk pintu tanpa permisi. Perceraian...

Next Post
Ciri Ciri Orang Munafik

Ciri Ciri Orang Munafik

Terpesona Kilau Ambisi:  Hingga Kekayaan Tak Ternilai Hilang — Martabat.

Terpesona Kilau Ambisi: Hingga Kekayaan Tak Ternilai Hilang — Martabat.

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Tidak Semua Orang Harus Berjalan Cepat
  • Mereka Berdusta agar Tuhan Terlihat Indah
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira