Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
  • News
    • Fusilat News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor
No Result
View All Result
Munira News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Fiksi

Sajen – Sastra Jenda: Kitab Suci yang Hidup, Simbol-Simbol Semesta

munira by munira
April 24, 2025
in Fiksi, Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah modernitas yang semakin menjauhkan manusia dari alam dan akar budayanya, hadirnya sajen tak sekadar ritual mistis yang dipandang usang, melainkan ekspresi kosmologis yang dalam: sebuah sastra jenda—kitab suci yang hidup. Sajen adalah narasi tak tertulis tentang hubungan manusia dengan semesta. Ia bukan sekadar benda-benda yang disusun dalam tampah atau bokor, tetapi simbol-simbol yang menyimpan pesan-pesan abadi: tentang rasa hormat, keseimbangan, dan pengakuan akan kekuatan yang lebih besar dari manusia.

Istilah sastra jenda berasal dari akar pemahaman bahwa segala yang hadir dalam budaya Nusantara tidak pernah mati. Ia hidup dalam gerak, dalam nyanyian, dalam doa, dalam tarian, dan dalam sajen. Ia bukan teks yang dibaca secara literal seperti kitab-kitab agama formal, tapi ditafsirkan melalui laku, dirasakan lewat intuisi, dan dijalani melalui tindakan sehari-hari. Sajen adalah sastra jenda, karena ia bukan sekadar tulisan—ia adalah kehidupan itu sendiri.

Dalam sajen, kita menemukan simbol-simbol semesta. Nasi kuning melambangkan kemakmuran, bunga tujuh rupa sebagai harmoni warna kehidupan, kemenyan sebagai penghubung antara dunia material dan spiritual. Setiap elemen memiliki makna; tak ada yang hadir tanpa alasan. Bahkan arah penempatan sajen pun menjadi narasi tersendiri tentang tata semesta: timur untuk kelahiran, barat untuk kematian, utara untuk kesadaran, selatan untuk keterhubungan. Inilah cara leluhur menulis kitab sucinya—bukan dengan pena dan kertas, tetapi dengan tindakan dan pengorbanan.

Sajen mengajarkan bahwa hidup bukan sekadar perjalanan individual, melainkan jalinan hubungan dengan unsur-unsur lain: air, tanah, api, angin, dan ruang tak terlihat. Sajen menjadi bentuk komunikasi spiritual yang menyadarkan manusia bahwa semesta ini hidup, dan kita bukan penguasanya, melainkan bagian darinya. Ketika seseorang memberi sajen, ia sedang berkata: “Saya hadir, saya hormat, saya sadar.”

Dan di sinilah letak keagungan sajen sebagai sastra jenda—ia tidak menghakimi, tidak membentuk dogma, tidak memaksa. Ia hidup dalam kerendahan hati dan keikhlasan memberi. Sebuah kitab suci yang terus bergerak, menyesuaikan zaman, namun tetap memegang makna purba.

Sastra jenda tidak butuh disakralkan dalam rumah ibadah megah; cukup dalam heningnya hati yang memberi dan menerima. Di balik asap kemenyan dan bunga tabur, tersimpan pelajaran besar: bahwa hidup bukan untuk mendominasi, melainkan untuk menyatu. Bahwa kehadiran kita di bumi ini adalah bagian dari sajen semesta—persembahan dari yang Maha Hidup, agar kita pun hidup dengan makna.

 

ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Nama Para Penguasa Zalim Diabadikan Langit

Next Post

Kala Semesta Bersyair Lewat Sajen

munira

munira

Related Posts

Belajar Berdamai dengan Diri Sendiri

Belajar Berdamai dengan Diri Sendiri

by munira
September 15, 2026
0

*Kita berperang sengit di dalam diri, lalu apa gunanya perang dengan orang lain?* — Jalaluddin Rumi Ada perang yang tidak...

BERJALANLAH DI BUMI, BUKAN SEKADAR KE BAITULLAH – Ketika Al-Qur’an Memerintah “Fasīrū” dan “Fantashirū”, tetapi Tidak Berkata “Berhajilah!”

BERJALANLAH DI BUMI, BUKAN SEKADAR KE BAITULLAH – Ketika Al-Qur’an Memerintah “Fasīrū” dan “Fantashirū”, tetapi Tidak Berkata “Berhajilah!”

by munira
September 14, 2026
0

Oleh: Ali Syarief Ada sesuatu yang menarik dalam cara Al-Qur’an menggunakan bahasa ketika berbicara tentang perjalanan manusia. Al-Qur’an berkali-kali menggunakan...

Kalau Doa Sudah Cukup, Mengapa Nabi Harus Berperang?

by munira
September 13, 2026
0

Oleh Ali Syarief Ada satu pertanyaan sederhana yang jarang kita ajukan dengan serius: kalau doa memang bisa menjadi jalan utama...

DI ANTARA JUBAH, HASRAT, DAN PERNIKAHAN – Ketika Kesucian Berhadapan dengan Tubuh Manusia

DI ANTARA JUBAH, HASRAT, DAN PERNIKAHAN – Ketika Kesucian Berhadapan dengan Tubuh Manusia

by munira
September 12, 2026
0

By Ali Syarief Ada paradoks tua dalam kehidupan manusia: Semakin tinggi seseorang diminta meninggalkan dunia, semakin besar pula pertanyaan tentang...

Next Post
Kala Semesta Bersyair Lewat Sajen

Kala Semesta Bersyair Lewat Sajen

Kitab yang Tak Ditulis, Tapi Hidup

Kitab yang Tak Ditulis, Tapi Hidup

Trending News

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI

August 24, 2024
Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

Analisis Kemungkinan yang Terjadi pada Prabowo Subianto, Presiden Terpilih, dalam Konteks Hubungan dengan Jokowi

July 6, 2024
Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

Tidak Perlu Minum Seluruh Air Laut untuk Mengetahui Bahwa Air Laut Itu Asin

February 12, 2025

Munira News

Munira
Cakrawala Dunia

Menu

  • About Us
  • ad
  • Home

Categories

  • Arts
  • Business
  • Crime
  • Cross Cultural
  • Destination
  • Education
  • Ekonomi
  • Environment
  • Fashion
  • Figure
  • Fiksi
  • Global
  • Health
  • Japan
  • Justice
  • News
  • Opinion
  • Politic
  • Science
  • Sponsor
  • Spritual
  • Technology
  • Uncategorized

Tags

Flap Barrier Swing Barrier

Recent Posts

  • Belajar Berdamai dengan Diri Sendiri
  • BERJALANLAH DI BUMI, BUKAN SEKADAR KE BAITULLAH – Ketika Al-Qur’an Memerintah “Fasīrū” dan “Fantashirū”, tetapi Tidak Berkata “Berhajilah!”
  • News
  • Politic
  • Opinion
  • Cross Cultural
  • Education
  • Fashion
  • Health
  • Destination
  • Global
  • Sponsor

© 2023 Munira

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cross Cultural
  • Opinion
  • Politic
  • Global
  • Sponsor
  • Education
  • Fashion

© 2023 Munira